Ketimpangan Ekosistem Pendidikan Tinggi, UMY Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UMY didampingi Sekretaris Universitas saat memaparkan isu strategis PTN dan PTS kepada rekan media di UMY, Rabu (22/4/2026)

Rektor UMY didampingi Sekretaris Universitas saat memaparkan isu strategis PTN dan PTS kepada rekan media di UMY, Rabu (22/4/2026)

RILISINFO.COM, Dalam empat tahun terakhir, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi maupun Kementerian Agama disebut telah menyerap tambahan sekitar 1,4 juta mahasiswa baru. Angka tersebut berdampak langsung dan terukur terhadap penurunan peminat di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara resmi meminta pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk merevisi kebijakan penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) yang dinilai menciptakan ketimpangan struktural dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., dalam forum Coffee Morning dan Diskusi bersama Media Partner, Rabu (22/4) di Kampus Terpadu UMY.

“PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) dan PTN BLU (Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum) selama empat tahun terakhir menambah sekitar satu juta empat ratus mahasiswa. Yang dulu kuotanya hanya delapan ribu menjadi dua belas ribu dan seterusnya,” ujar Nurmandi.

Nurmandi menegaskan bahwa ketimpangan ini bersifat struktural dan tidak adil secara sistemis. PTN dibangun menggunakan anggaran negara (APBN), tenaga pengajarnya digaji dari APBN, dan infrastrukturnya diproteksi oleh pemerintah.

Sementara PTS membangun seluruh infrastruktur secara mandiri tanpa subsidi operasional dari negara.

“Ketidakadilnya adalah mereka dibangun oleh pemerintah, gajinya dari APBN, kita membangun sendiri, gaji kita tidak dari APBN. Ini persaingan yang tidak sejajar,” tegas Nurmandi.

Sebagai perbandingan, Nurmandi menyebut Korea Selatan dan Taiwan sebagai contoh negara dengan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih berimbang. Di kedua negara itu, subsidi pemerintah kepada PTS diberikan secara proporsional berdasarkan jumlah mahasiswa, dan kuota penerimaan mahasiswa baru dikelola secara nasional tanpa diskriminasi antara PTN dan PTS.

Sekretaris Universitas UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA, menambahkan bahwa perjuangan advokasi ini telah dilakukan secara terorganisir. Perwakilan UMY melalui Majelis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah, bersama rektor-rektor PTS dan asosiasi perguruan tinggi swasta, telah bertemu langsung dengan Komisi DPR yang membidangi pendidikan.

Dari pertemuan tersebut, DPR mengonfirmasi bahwa fenomena ini bukan kasus terisolasi, melainkan masalah sistemik yang dirasakan oleh PTS di seluruh pelosok negeri.

“Keresahan ini sudah ditangkap DPR. Terkonfirmasi bahwa gejala ini tidak kasuistik, tapi sudah fenomena nasional,” imbuh Bachtiar.

Ia mengungkapkan, pemerintah di tingkat eksekutif telah berjanji untuk membuat regulasi baru yang akan membatasi penerimaan mahasiswa S1 PTN, khususnya melalui jalur Seleksi Mandiri. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi
Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api
Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana
1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa
Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik
UWM Yogyakarta Kembangkan SDM untuk Membangun Institusi Berkelanjutan
Haedar Nashir Dorong Pemerintah Perkuat Kolaborasi dan Komunikasi Publik
LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:09 WIB

1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik

Berita Terbaru