Mahasiswa UMY Dampingi Warga Garongan Olah Kelapa Jadi Minyak Bernilai Tambah

Rabu, 23 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto tim HIMASEPTA UMY melakukan pendampingan pembuatan minyak kelapa COCONUTRISE kepada warga Garongan, Panjatan, Kulon Progo

Foto tim HIMASEPTA UMY melakukan pendampingan pembuatan minyak kelapa COCONUTRISE kepada warga Garongan, Panjatan, Kulon Progo

RILISINFO.COM,  YOGYAKARTA – Bagi warga Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo, kelapa bukan tanaman yang asing. Hasil panen kelapa telah lama menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, sebagian besar kelapa masih dijual dalam bentuk mentah kepada pengepul sehingga potensi nilai tambahnya belum sepenuhnya dirasakan warga.

Kondisi tersebut mendorong sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama warga mengembangkan potensi kelapa melalui program COCONUTRISE. Melalui program tersebut, kelapa yang sebelumnya dijual mentah mulai diolah menjadi minyak kelapa goreng yang diharapkan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Program yang mendapat pendanaan dari Young Sustainable Initiative (YSI) itu dirancang dari hulu hingga hilir. Mahasiswa mendampingi warga mulai dari pengolahan bahan baku, pengembangan usaha, branding dan kemasan, hingga pemasaran digital.

Ketua Tim YSI dari Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEPTA) UMY, Sovi Agnesia, mengatakan mayoritas kelapa hasil produksi petani di Garongan masih dijual putus kepada pengepul.

Menurut mahasiswa Program Studi Agribisnis UMY tersebut, warga sebenarnya telah memiliki kemampuan produksi. Namun, pengembangan produk agar memiliki daya saing, terutama dari sisi branding, kemasan, dan pemasaran digital, masih membutuhkan pendampingan.

“Jadi, untuk branding kemasan, pemasaran, apalagi melalui media digital, itu masih perlu pendampingan,” ujar Sovi saat diwawancarai pada Rabu (23/9).

Dari Kelapa Mentah Menjadi Produk Olahan

Berangkat dari persoalan tersebut, COCONUTRISE dirancang melalui tiga program yang mencakup pengenalan potensi, praktik produksi, hingga pengembangan usaha.

Program pertama, Kelapa Kita, dilakukan melalui diskusi kelompok terpumpun atau _focus group discussion_ (FGD) untuk mengenalkan potensi sekaligus peluang pengolahan kelapa Garongan kepada masyarakat.

Program kedua, Mina Kencana, diarahkan pada pemberdayaan usaha warga melalui praktik langsung pembuatan minyak kelapa bersama masyarakat.

“Program ketiga adalah Tata Raharja, yang berfokus pada pendampingan pengembangan usaha dan pemasaran. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM setempat dalam program ini,” ungkap Sovi.

Dalam proses produksi, sekitar delapan hingga sepuluh butir kelapa dapat menghasilkan empat botol minyak kelapa berukuran 250 mililiter. Jumlah tersebut dapat berbeda bergantung pada jenis dan kualitas kelapa yang diolah.

Sejauh ini, proses produksi melibatkan sekitar 25 warga. Bagi tim COCONUTRISE, keterlibatan warga menjadi bagian penting agar pengolahan kelapa tidak berhenti sebagai kegiatan pendampingan mahasiswa, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas usaha masyarakat.

Saat ini, produk minyak kelapa tersebut masih menjalani proses uji laboratorium sebelum dipasarkan. Sovi mengatakan proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 hari.

“Kalau untuk uji labnya sendiri, karena prosesnya sekitar 20 sampai 30 hari, kemungkinan selesai pada akhir Oktober,” imbuh Sovi.

Disiapkan Masuk Pasar Digital

Setelah proses uji laboratorium selesai, tim menargetkan produk minyak kelapa mulai dipasarkan secara digital pada awal November. Pemasaran akan dilakukan melalui berbagai platform marketplace, termasuk _Pay-On Pro,_ kanal belanja daring yang menyediakan produk UMKM Kulon Progo.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Sovi dan tim juga telah membentuk Kelompok Wana Karya. Kelompok tersebut merupakan gabungan PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Karang Taruna dari sembilan padukuhan di Garongan.

Kelompok itu diharapkan menjadi wadah bagi warga untuk melanjutkan pengembangan usaha setelah program pendampingan mahasiswa selesai. Wana Karya juga telah mengantongi surat keputusan (SK) dari kalurahan sebagai bagian dari penguatan kelembagaan kelompok.

Ke depan, Sovi dan tim tidak hanya menargetkan minyak kelapa sebagai produk akhir. Setelah uji laboratorium dan pemasaran awal berjalan, mereka berencana menjajaki diversifikasi produk, termasuk pengembangan ke arah kosmetik dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Melalui COCONUTRISE, mahasiswa UMY berharap pengolahan kelapa dapat menjadi langkah awal bagi warga Garongan untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Dengan keterampilan produksi, kelembagaan, dan pemasaran yang semakin kuat, warga diharapkan mampu melanjutkan usaha secara mandiri serta memperoleh nilai tambah ekonomi yang lebih besar dari kelapa yang selama ini mereka hasilkan. (GLA)

Sumber : humas umy 

Berita Terkait

Kasus “A Day in My Life”, Dosen UMY Soroti Bisnis Konten Seksual di Media Sosial
Bahaya Vape Etomidate, Pakar Farmasi UMY: Berisiko Picu Apnea
UMY Raih Tiga Penghargaan di KKI 2026, Kembangkan Teknologi Kapal dan Robot Bawah Air
Kesenjangan Pendampingan Disabilitas Psikososial, Mahasiswa UMY Bangun Layanan Jiwa di Siraman
Disleksia pada Anak Kerap Disalahpahami, Dosen UMY: Jangan Cap Anak Malas
Dari Kewajiban Menjadi Kesenangan, Mahasiswa Asing UMY Raih 53 Publikasi
UMY dan National United University Taiwan Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Penandatanganan MoU
Suahasil Nazara Gantikan Purbaya, Guru Besar UMY: Pasar Menanti Arah Kebijakan Fiskal

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:38 WIB

Kasus “A Day in My Life”, Dosen UMY Soroti Bisnis Konten Seksual di Media Sosial

Rabu, 23 September 2026 - 13:46 WIB

Mahasiswa UMY Dampingi Warga Garongan Olah Kelapa Jadi Minyak Bernilai Tambah

Selasa, 22 September 2026 - 13:26 WIB

Bahaya Vape Etomidate, Pakar Farmasi UMY: Berisiko Picu Apnea

Senin, 21 September 2026 - 14:28 WIB

UMY Raih Tiga Penghargaan di KKI 2026, Kembangkan Teknologi Kapal dan Robot Bawah Air

Senin, 21 September 2026 - 14:05 WIB

Kesenjangan Pendampingan Disabilitas Psikososial, Mahasiswa UMY Bangun Layanan Jiwa di Siraman

Berita Terbaru