Mahasiswa UMY Kembangkan Synergy, Platform Pembiayaan UMKM Berbasis Blockchain dan AI

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim PKM-KC UMY yang mengembangkan platform Synergi untuk membantu UMKM

Tim PKM-KC UMY yang mengembangkan platform Synergi untuk membantu UMKM

RILISINFO.COM, YOGYAKARTA – Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperoleh tambahan modal tidak selalu mudah. Pencatatan keuangan yang belum tertata serta keterbatasan aset yang dapat dijadikan agunan kerap menjadi hambatan ketika mereka mengajukan pembiayaan kepada lembaga keuangan.

Persoalan tersebut mendorong mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan Synergy, prototipe platform pembiayaan yang memadukan teknologi rantai blok atau blockchain dan kecerdasan buatan (AI).

Synergy dirancang untuk membantu UMKM menyusun pencatatan keuangan dan menampilkan profil kelayakan usahanya. Platform tersebut juga dikembangkan untuk mempertemukan UMKM dengan calon pemberi dana melalui skema pembiayaan berbasis bagi hasil.

Inovasi yang dikembangkan oleh tim mahasiswa UMY tersebut berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) 2026.

Ketua tim Synergy, Muhammad Abid Yasir, mengatakan gagasan tersebut berangkat dari persoalan pembiayaan yang masih dihadapi banyak pelaku UMKM. Menurut mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi UMY itu, sebagian UMKM kesulitan mengakses pembiayaan karena belum memiliki laporan keuangan yang memadai maupun aset untuk dijadikan agunan.

Melalui Synergy, UMKM dibantu mengelola pencatatan keuangan sekaligus menampilkan informasi usaha yang dapat dipertimbangkan oleh calon pemberi dana.

“Synergy dirancang untuk mempertemukan secara langsung investor dan UMKM dengan dukungan *blockchain*. Teknologi tersebut digunakan sebagai perantara pencatatan agar transaksi lebih transparan dan risiko kecurangan dapat dikurangi,” ujar Abid saat diwawancarai pada Rabu (16/9).

Blockchain Catat Transaksi Pembiayaan

Abid menjelaskan bahwa blockchain digunakan untuk mencatat transaksi dan parameter kesepakatan antara calon pemberi dana dan UMKM. Setiap transaksi yang telah dimasukkan ke dalam sistem akan menjadi bagian dari rekam pembiayaan yang dapat ditelusuri.

Ia mencontohkan seorang investor yang menyalurkan modal sebesar Rp10 juta untuk membantu sebuah UMKM membeli peralatan usaha. Nilai pembiayaan, jangka waktu kerja sama, dan nisbah bagi hasil akan dicatat dalam sistem.

Ketika UMKM membagikan hasil usaha, transaksi tersebut juga direkam pada blockchain. Pencatatan itu dirancang agar perubahan terhadap data maupun kesepakatan dapat ditelusuri dan tidak dilakukan secara sepihak.

Dalam contoh simulasi, para pihak dapat menyepakati nisbah bagi hasil 40:60 untuk jangka waktu tertentu. Parameter kesepakatan tersebut kemudian dicatat dalam sistem dan berlaku sesuai dengan ketentuan yang disetujui bersama.

Meski demikian, penggunaan blockchain tidak secara otomatis menghilangkan seluruh risiko kecurangan. Keandalan sistem tetap bergantung pada kebenaran data yang dimasukkan, keamanan aplikasi, tata kelola, serta proses verifikasi terhadap pengguna dan kegiatan usahanya.

AI Bantu Tampilkan Profil Kelayakan UMKM

Selain blockchain, Synergy memanfaatkan AI untuk mengolah laporan keuangan yang dimasukkan oleh UMKM. Model tersebut dikembangkan menggunakan algoritma XGBoost atau Extreme Gradient Boosting.

Data keuangan yang dimasukkan akan diolah untuk menghasilkan pemeringkatan kredit atau credit scoring. Informasi tersebut dirancang sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi calon pemberi dana dalam melihat kondisi dan kelayakan usaha.

“AI akan menghasilkan credit scoring yang digunakan untuk menggambarkan kelayakan UMKM dalam memperoleh pembiayaan. Kami memanfaatkan AI untuk menyederhanakan dan mengotomatisasi proses tersebut sehingga investor dapat melihat profil usaha sebelum mengambil keputusan,” jelas Abid.

Hasil pemeringkatan tersebut tidak dimaksudkan sebagai jaminan bahwa sebuah usaha pasti berhasil maupun mampu memenuhi seluruh kewajibannya. Akurasi hasil analisis juga bergantung pada kelengkapan, kualitas, dan kebenaran data keuangan yang dimasukkan ke dalam sistem.

Karena itu, hasil analisis AI tetap perlu dilengkapi dengan verifikasi identitas, pemeriksaan usaha, penilaian risiko, serta pertimbangan manusia sebelum keputusan pembiayaan dibuat.

Usung Skema Pembiayaan Syariah

Synergy dirancang menggunakan akad musyarakah dan mudharabah. Kedua akad tersebut mengedepankan kerja sama dan pembagian hasil berdasarkan nisbah yang disepakati oleh para pihak.

Abid menjelaskan bahwa skema tersebut dipilih untuk menawarkan pembiayaan berbasis prinsip syariah. Melalui kesepakatan yang disusun sejak awal, calon pemberi dana dan pelaku UMKM dapat mengetahui hak, kewajiban, nisbah bagi hasil, serta risiko yang ditanggung selama masa kerja sama.

Skema tersebut juga diharapkan dapat mengurangi potensi perselisihan. Kesepakatan yang jelas dan rekam transaksi yang dapat ditelusuri menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan antara UMKM dan calon pemberi dana.

Namun, penggunaan istilah akad syariah tetap memerlukan struktur kontrak, mekanisme pengawasan, dan penilaian kesesuaian syariah yang memadai sebelum platform diterapkan kepada masyarakat.

Prototipe Diuji Coba pada UMKM

Synergy saat ini masih dikembangkan dalam bentuk prototipe aplikasi berbasis Web3. Prototipe tersebut telah selesai dibuat dan mulai diuji untuk mengevaluasi fungsi aplikasi serta memperoleh masukan dari calon pengguna.

Salah satu UMKM yang menjadi lokasi uji coba ialah Sinom Coffee & Space di Kasihan, Bantul. Pengujian dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemudahan penggunaan platform dan kebutuhan pelaku usaha sebelum aplikasi disempurnakan.

Abid dan tim selanjutnya berencana memperluas pengujian kepada setidaknya sepuluh UMKM. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan umpan balik yang lebih beragam mengenai fitur pencatatan keuangan, profil kelayakan usaha, dan mekanisme pembiayaan yang dirancang.

Pengembangan berikutnya akan dilakukan hingga penyelesaian laporan akhir PKM pada Oktober 2026. Setelah itu, tim berencana berkonsultasi dan memenuhi ketentuan perizinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan model layanan keuangan yang akan diterapkan.

Pada tahap pengembangan saat ini, Synergy masih berupa prototipe untuk pengujian dan belum digunakan untuk menghimpun maupun menyalurkan dana masyarakat.

“Kami berkomitmen melanjutkan pengembangan Synergy setelah program PKM selesai. Karena platform ini dirancang untuk mempertemukan masyarakat sebagai pemberi dana dengan UMKM, pengembangannya harus mengikuti ketentuan dan pengawasan resmi dari OJK,” pungkas Abid.

Selain Abid, tim Synergy beranggotakan Muhammad Akmal Taufansyah, Husna Kamila Syahida, Nandyra Dwi Azzahra, dan Muhammad Dafa Fachrul Annas Pambudi.

Pengembangan Synergy dibimbing oleh Prof. Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D. Melalui kolaborasi teknologi, pengelolaan keuangan, dan prinsip syariah, tim berharap Synergy dapat dikembangkan menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses pembiayaan UMKM secara transparan dan bertanggung jawab. (GLA)

Sumber ; humas umy 

Berita Terkait

UMY Perbarui Infrastruktur Kampus, Hadirkan Ruang Kuliah Lebih Modern dan Nyaman
Mahasiswa UMY Kembangkan D-Sense, Alat Pemantau Bruksisme bagi Penyandang Sindrom Down
1.999 SPPG Ditutup, Dosen UMY Nilai Masalah Bermula dari Perencanaan
Mahasiswa UMY Kembangkan Smart Wheelchair Berbasis Gerakan Mata untuk Bantu Penyandang Lumpuh Total
UMY Dorong Riset RISPRO Tak Berhenti di Laporan, Perlu Dihilirisasi dan Dimanfaatkan
Rekening Bank Berbasis NIK, Pakar UMY: Jangan Hanya Kejar Jumlah Rekening
Siswi Karo Alami Gangguan Ingatan Usai Diduga Keracunan MBG, Ini Penjelasan Dosen Neurologi UMY
Hidupkan Sambirejo, Mahasiswa UMY Kembangkan Diversifikasi Wisata Budaya

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:22 WIB

Mahasiswa UMY Kembangkan Synergy, Platform Pembiayaan UMKM Berbasis Blockchain dan AI

Selasa, 15 September 2026 - 11:27 WIB

UMY Perbarui Infrastruktur Kampus, Hadirkan Ruang Kuliah Lebih Modern dan Nyaman

Selasa, 15 September 2026 - 11:18 WIB

Mahasiswa UMY Kembangkan D-Sense, Alat Pemantau Bruksisme bagi Penyandang Sindrom Down

Selasa, 15 September 2026 - 11:05 WIB

1.999 SPPG Ditutup, Dosen UMY Nilai Masalah Bermula dari Perencanaan

Sabtu, 12 September 2026 - 12:34 WIB

Mahasiswa UMY Kembangkan Smart Wheelchair Berbasis Gerakan Mata untuk Bantu Penyandang Lumpuh Total

Berita Terbaru