Pemkot Yogyakarta Dukung Ecoprint Jadi Identitas Baru Industri Kreatif Kota Gudeg

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Jogja – Asosiasi Eco Printer Indonesia atau AEPI Wilayah Yogyakarta resmi membuka galeri ecoprint di Jalan Diponegoro Nomor 64 Gowongan, Yogyakarta, Kamis (7/5/2026).
‎
Kehadiran galeri tersebut menjadi ruang baru bagi para perajin ecoprint untuk memamerkan karya fesyen berbasis alam sekaligus memperkuat industri kreatif ramah lingkungan di Kota Gudeg.
‎
Mewakili Wali Kota Yogyakarta, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo menilai ecoprint berpotensi menjadi identitas baru Yogyakarta selain batik.
‎
“Kalau di Yogyakarta kan identik dengan batik. Nah ini ada salah satu ciri khas lagi namanya ecoprint yang menggunakan tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia, khususnya di Yogyakarta,” ujar Totok, sapaan akrabnya.
‎
Ia menegaskan, produk ecoprint memiliki nilai lebih karena seluruh prosesnya memanfaatkan bahan alami tanpa campuran zat sintetis.
‎
“Jadi ini benar-benar ramah lingkungan, tidak menggunakan bahan obat-obatan sintetis,” katanya.
‎
Menurutnya, tren produk hijau seperti ecoprint kini semakin diminati masyarakat karena sejalan dengan gaya hidup berkelanjutan.
‎
Totok juga mengingatkan tantangan terbesar industri ecoprint adalah menjaga kualitas agar tidak sekadar menjadi tren musiman.
‎
Ia menyebut karya-karya yang dipamerkan di galeri AEPI memiliki kualitas premium karena lahir dari proses riset dan pengembangan yang matang.
‎
“Kalau kualitasnya dijaga, ecoprint ini bisa punya pasar yang sangat luas dan mampu bersaing,” tegasnya.
‎
Sementara itu, Ketua AEPI Wilayah Yogyakarta, Vipia Yanuachandra mengatakan galeri tersebut lahir dari semangat dan kecintaan para perajin terhadap seni ecoprint sejak komunitas itu berdiri pada 2020.
‎
Saat ini sedikitnya 15 perajin ikut mengisi galeri dengan beragam produk kreatif berbasis bahan alami.
‎
“Awalnya AEPI DIY ini adalah orang-orang yang penasaran dengan hasil ecoprint. Lama-kelamaan mereka merasakan uniknya, senangnya, bahagianya, hingga akhirnya muncul mimpi membuat galeri bersama,” kata Vipia.
‎
Ia berharap galeri itu mampu membawa produk ecoprint Yogyakarta menembus pasar nasional hingga internasional.
‎
Berbagai produk seperti pakaian, tas, sepatu, hingga aksesori alami kini dipajang sebagai bukti bahwa karya ramah lingkungan juga memiliki nilai seni dan ekonomi tinggi. (adr)

Berita Terkait

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi
Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api
Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana
1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa
Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik
UWM Yogyakarta Kembangkan SDM untuk Membangun Institusi Berkelanjutan
Haedar Nashir Dorong Pemerintah Perkuat Kolaborasi dan Komunikasi Publik
LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:09 WIB

1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik

Berita Terbaru