Pengelolaan Gambut Berkelanjutan, Herman Deru Dorong Pemanfaatan Bambu Betung dan Jelutung

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Ogan Komering Ilir – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mendorong pengembangan inovasi budidaya tanaman bambu betung dan jelutung melalui teknik tumpang sari sebagai upaya mendukung pemulihan ekosistem gambut sekaligus meningkatkan penghidupan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Uji Adaptasi Tanaman Bambu dan Jelutung Menggunakan Teknik Tumpang Sari pada Ekosistem Gambut untuk Mendukung Pengelolaan Gambut Berkelanjutan dan Penghidupan Masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (30/10/2026).

Herman Deru mengatakan, Sumsel memiliki komitmen kuat dalam menjaga dan mengelola kawasan gambut. Bahkan, Tim Restorasi Gambut Sumsel hingga saat ini masih aktif menjalankan berbagai upaya pemulihan dan perlindungan ekosistem gambut.

Ia mengungkapkan, sejak awal terbentuknya Badan Pengelola Gambut dan Mangrove, Sumsel telah berinisiatif mengundang para gubernur yang memiliki kawasan gambut untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah dalam pengelolaan gambut.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif hingga akhirnya Sumsel menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gambut yang secara khusus membahas upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menurut Herman Deru, pengelolaan gambut tidak boleh hanya berfokus pada pencegahan kebakaran, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu upaya yang dikembangkan adalah menghidupkan kembali peternakan kerbau rawa sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat dalam mendukung pengelolaan kawasan gambut.

“Kita ingin gambut ini tidak hanya dijaga, tetapi juga bisa dimanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, perlu ada pola pengelolaan yang tepat, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Sumsel memiliki sekitar 2 juta hektare kawasan hidrologis gambut atau sekitar 10 persen dari total kawasan gambut nasional. Potensi tersebut harus dijaga melalui berbagai inovasi yang mampu menyeimbangkan kepentingan lingkungan dan ekonomi.

Herman Deru juga berharap ke depan terdapat tujuh kelompok atau kawasan yang dapat menjadi mitra aktif dan memperoleh pembinaan dari Badan Pengelola Gambut dan Mangrove.

Dalam kegiatan tersebut, penanaman bambu betung dan jelutung menjadi salah satu inovasi yang diharapkan dapat dikembangkan lebih luas. Bambu betung dinilai memiliki potensi ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel, furnitur, dan berbagai produk kerajinan.

Ke depan, pengembangan tersebut perlu didukung industri pengolahan agar hasil budidaya masyarakat memiliki nilai tambah.

“Ini menjadi contoh bahwa kawasan gambut bisa dikelola dengan baik apabila ada keseriusan dan komitmen bersama. Kita ingin gambut tetap terjaga, tetapi juga mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap berbagai program pemulihan dan pengelolaan ekosistem gambut.

Ia menjelaskan, kawasan yang dikunjungi sebelumnya merupakan wilayah yang mengalami kebakaran berulang. Namun, melalui upaya restorasi dan penanaman kembali berbagai jenis vegetasi, kawasan tersebut secara bertahap menunjukkan pemulihan.

Saat ini, sekitar 30 spesies tanaman telah dikembangkan di kawasan tersebut, di antaranya jelutung, ramin, meranti rawa, punak, pulai, tembesu, gaharu, keranji, dan berbagai jenis tanaman khas gambut lainnya.

Menurutnya, keberhasilan pemulihan kawasan tersebut menjadi hal menarik dan berpotensi direplikasi di daerah lain yang memiliki karakteristik ekosistem gambut serupa.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan peran desa dan masyarakat dalam pengelolaan gambut agar ekosistem tetap terjaga, produktif, serta mampu menekan risiko kebakaran seminimal mungkin.

Kabupaten OKI dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kawasan percontohan karena memiliki luas lahan gambut hampir 1 juta hektare.

Adapun inovasi penanaman bambu betung dan jelutung diharapkan menjadi model pengembangan vegetasi yang adaptif terhadap karakteristik lahan gambut. Jelutung memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman bernilai ekonomi, sedangkan bambu betung berpotensi mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatannya sebagai bahan baku furnitur dan kerajinan.

Untuk itu, pengembangan tanaman tersebut perlu diikuti dengan kesiapan industri pengolahan sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Bupati OKI Muchendi menyampaikan bahwa kawasan tersebut telah menjadi bagian dari upaya pengelolaan dan restorasi gambut sejak 2010. Ia menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai langkah memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga riset, dan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bupati OKI Muchendi, Wakil Bupati Musi Banyuasin, serta jajaran terkait.

Melalui kegiatan ini, Sumsel berharap pengelolaan gambut tidak hanya berhasil memulihkan fungsi ekologis kawasan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan tanaman yang sesuai dengan karakteristik lahan gambut.(lsi)

Sumber : Adpim Sumsel

Berita Terkait

Hadiri Rakor Komnas HAM, Sekda Edward Candra Beberkan Langkah Penanganan Karhutla di Sumsel
Herman Deru Resmikan Pengiriman Minyak Perdana PT Hamparan Anugerah untuk Dorong Ekonomi Lokal
Herman Deru dan DPRD Sumsel Sepakati APBD 2027, Pendapatan Targetkan Rp9,02 Triliun
Perkuat Mitigasi Bencana Berkelanjutan, Herman Deru Dorong Penguatan Tata Kelola Karhutla Lewat Rakornas BPGMN
Gubernur Herman Deru Ajak SMSI Ambil Peran Dalam Pembangunan Desa di Sumsel
Serahkan Hadiah Lomba Desa 2026, Herman Deru Minta Desa di Sumsel Tingkatkan Pelayanan Publik
Lidyawati Cik Ujang Hadiri Pelantikan Pengurus IWSS Palembang, Dorong Peran Aktif Perempuan
Tegas Atur Transportasi Tambang, Herman Deru Resmikan Jalan Hauling MBJ untuk Angkutan Batu Bara

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Hadiri Rakor Komnas HAM, Sekda Edward Candra Beberkan Langkah Penanganan Karhutla di Sumsel

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Herman Deru Resmikan Pengiriman Minyak Perdana PT Hamparan Anugerah untuk Dorong Ekonomi Lokal

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Pengelolaan Gambut Berkelanjutan, Herman Deru Dorong Pemanfaatan Bambu Betung dan Jelutung

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Herman Deru dan DPRD Sumsel Sepakati APBD 2027, Pendapatan Targetkan Rp9,02 Triliun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Perkuat Mitigasi Bencana Berkelanjutan, Herman Deru Dorong Penguatan Tata Kelola Karhutla Lewat Rakornas BPGMN

Berita Terbaru