Peringatan May Day 2026 di Jogja Diwarnai Aksi Besar dan Long March Buruh

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Jogja – Peringatan Hari Buruh Internasional pada Jumat (1/5/2026) di Yogyakarta berlangsung besar-besaran.
‎
Ratusan massa dari Majelis Pekerja Buruh Indonesia bersama jaringan advokasi pekerja informal bersiap memadati sejumlah ruas jalan protokol.
‎
Mereka mengusung tema “Mei Melawan:
‎Buruh DIY Bersatu Menuntut Keadilan” sebagai simbol perlawanan terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan.
‎
Berdasarkan pengamatan di lapangan, aksi dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan skema konvoi bermotor dan long march.
‎
“Aksi ini akan jadi salah satu mobilisasi terbesar awal tahun ini,” jelas anggota Majelis Pekerja Buruh Indonesia.
‎
Massa bergerak dari Kantor Disnakertrans DIY di Jalan Ring Road Utara, lalu menyebar ke sejumlah titik strategis di kota.
‎
Rute aksi meliputi Polda DIY hingga Tugu Yogyakarta sebelum akhirnya berkumpul di Titik Nol Kilometer Yogyakarta sebagai titik puncak.
‎
Sementara itu, kelompok Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal menggelar aksi terpisah di depan gedung DPRD DIY dengan pendekatan lebih kultural.
‎
Tak hanya orasi, aksi juga diwarnai kegiatan unik seperti yoga bersama, pertunjukan seni, hingga pembagian bunga mawar.
‎
“Ini simbol tuntutan hidup layak dan inklusif bagi semua pekerja, termasuk sektor informal,” ujar perwakilan Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal.
‎
Sembilan tuntutan utama turut disuarakan sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah dan pemangku kebijakan.
‎
Dalam pernyataan resminya, buruh menyoroti ancaman PHK akibat situasi global dan kebijakan impor.
‎
“Kondisi buruh saat ini menghadapi ancaman PHK akibat dampak global dan kebijakan impor yang tidak terkontrol. Kami menuntut reformasi nyata, bukan sekadar janji,” tegas Majelis Pekerja Buruh Indonesia.
‎
Warga dan wisatawan diimbau menghindari kawasan Malioboro, Tugu, dan Jalan Solo sejak pagi hingga siang hari guna mengantisipasi kemacetan.
‎
‎Terdapat 9 poin tuntutan utama yang akan disuarakan, di antaranya:
‎
‎1. Revisi Aturan Ketenagakerjaan: Mendesak UU Ketenagakerjaan baru yang bersih dari skema Omnibus Law.
‎
‎2. Kesejahteraan & Upah: Penolakan sistem outsourcing dan kebijakan upah murah.
‎
‎3. Reformasi Pajak: Tuntutan penghapusan pajak atas THR, bonus tahunan, JHT, dan jaminan pensiun.
‎
‎4. Ekonomi Digital: Penurunan potongan tarif ojek online (ojol) menjadi maksimal 10%. Perlindungan Kerja: Ratifikasi
‎
‎5. Konvensi ILO No. 190 tentang penghapusan kekerasan di dunia kerja serta pengesahan RUU Perampasan Aset.
‎
(waw)

Berita Terkait

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi
Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api
Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana
1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa
Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik
UWM Yogyakarta Kembangkan SDM untuk Membangun Institusi Berkelanjutan
Haedar Nashir Dorong Pemerintah Perkuat Kolaborasi dan Komunikasi Publik
LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:09 WIB

1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik

Berita Terbaru