Polisi Selidiki Kasus Penganiayaan Penjaga TPR Parangtritis Menggunakan Celurit

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Bantul – Aksi dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis celurit menggegerkan kawasan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) lama Parangtritis, Kretek, Bantul, Minggu malam (17/5/2026).
‎
Seorang penjaga TPR berinisial MBA (39), warga Parangtritis, menjadi korban sabetan celurit saat sedang bertugas sekitar pukul 21.15 WIB.
‎
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan peristiwa bermula ketika korban sedang berjaga seperti biasa di TPR lama Parangtritis.
‎
Situasi mendadak berubah mencekam saat seorang pelaku datang dari arah selatan mengendarai sepeda motor dan langsung menghampiri lokasi penjagaan.
‎
“Pelaku tiba-tiba berteriak dengan kata-kata ‘Bajingan’ lalu menyabet korban menggunakan celurit,” ujar Rita.
‎
Serangan mendadak itu membuat korban tak sempat menghindar hingga mengalami luka gores pada paha kiri akibat sabetan senjata tajam tersebut.
‎
Tak hanya melukai korban, pelaku juga disebut mengamuk di lokasi kejadian.
‎
“Meja yang berada di TPR lama mengalami pecah akibat dipukul menggunakan senjata tajam,” jelas Rita.
‎
Aksi brutal tersebut membuat suasana kawasan TPR Parangtritis sempat panik dan menegangkan.
‎
Usai kejadian, korban langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kretek guna proses hukum lebih lanjut.
‎
Polisi pun segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi.
‎
“Di lokasi ditemukan senjata tajam jenis celurit dengan kondisi gagang terlepas, sedangkan pelaku masih dalam penyelidikan,” imbuh Rita.
‎
Hingga kini aparat kepolisian masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan yang terjadi di kawasan wisata Parangtritis tersebut. (waw)

Berita Terkait

Minta Hujan Turun, Ratusan Civitas Academica UMY Gelar Salat Istisqa Bersama
Perkuat Fondasi Akademis, Universitas Widya Mataram Dorong Transformasi SDM Berstandar Internasional
Siapa di Balik Karhutla? Musthafa Desak Aparat Berani Usut Aktor Utama
Tingkatkan Literasi Sains, Universitas Widya Mataram Gelar Pendampingan Inovasi di SMAN 1 Imogiri
Dosen FEB UMY: Indonesia Perlu Perkuat Kemandirian Ekonomi dan Pengelolaan Sumber Daya Strategis
Mengapa Kebakaran Lahan Gambut Sulit Dipadamkan? Pakar UMY Jelaskan Penyebabnya
Masa Jabatan Berakhir 27 Oktober, Rektor UPN Veteran Yogyakarta Persembahkan Akreditasi Unggul Institusi
Resahkan Pengendara di Jalan Wates Kadipiro, Pria Pengayun Celurit Tak Butuh Waktu Lama Dibekuk Polisi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Minta Hujan Turun, Ratusan Civitas Academica UMY Gelar Salat Istisqa Bersama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Perkuat Fondasi Akademis, Universitas Widya Mataram Dorong Transformasi SDM Berstandar Internasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Siapa di Balik Karhutla? Musthafa Desak Aparat Berani Usut Aktor Utama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tingkatkan Literasi Sains, Universitas Widya Mataram Gelar Pendampingan Inovasi di SMAN 1 Imogiri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dosen FEB UMY: Indonesia Perlu Perkuat Kemandirian Ekonomi dan Pengelolaan Sumber Daya Strategis

Berita Terbaru