PTPN IV PalmCo Dukung Rehabilitasi Orangutan Kalimantan Bersama BOSF

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Samboja — Industri kelapa sawit kerap menuai sorotan dalam isu lingkungan. Namun, Sub Holding PTPN III (Persero) PTPN IV PalmCo mencoba menunjukkan wajah lain dari industri ini—yang bertanggung jawab dan peduli pada konservasi. Perusahaan perkebunan milik negara itu melanjutkan dukungannya terhadap rehabilitasi tiga orangutan Kalimantan bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Langkah ini bukan sekadar bagian dari program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL), melainkan menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Tiga individu orangutan—Christina, Oka, dan Zahri—akan menjalani proses rehabilitasi hingga siap dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

“Keberadaan orangutan adalah simbol keseimbangan hutan tropis Indonesia,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, dalam pernyataan tertulisnya, Senin (29/09/2025).

“Dengan mendukung rehabilitasi ini, kami ingin memastikan bahwa bisnis dan konservasi dapat berjalan beriringan,” tambahnya

Lebih dari Sekadar Komitmen Sosial

Dalam kegiatan penyerahan bantuan yang dilakukan di Samboja, Kalimantan Timur, Jumat lalu, jajaran pimpinan PalmCo hadir langsung, termasuk Direktur Hubungan Kelembagaan Irwan Perangin Angin dan Komisaris Arie Yuriwin. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa dukungan terhadap konservasi bukan sebatas program simbolis.

“Konservasi tak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat,” sebut Irwan.

Ia menekankan bahwa kemitraan dengan BOSF akan terus diperluas, tidak hanya dalam bentuk rehabilitasi, tetapi juga melalui edukasi lingkungan dan pencegahan konflik antara manusia dan satwa.

Menurut Irwan, industri sawit yang bertanggung jawab seharusnya mampu menunjukkan kontribusi konkret terhadap pelestarian keanekaragaman hayati. “Kami tidak berhenti pada program ini. Ini adalah langkah awal dari kerja sama jangka panjang,” tambahnya.

Selaras dengan itu, Komisaris Arie Yuriwin turut menegaskan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi bagian integral dari strategi bisnis. “Pelestarian bukan pilihan, tapi kewajiban. Dunia usaha harus menjadi motor penggerak keberlanjutan,” tegasnya.

Melindungi Spesies Kunci

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dikenal sebagai spesies kunci dalam ekosistem hutan hujan tropis. Keberadaan mereka menjadi indikator kesehatan hutan. Menyelamatkan orangutan berarti turut menjaga hutan Indonesia, salah satu paru-paru dunia.

Bantuan PTPN IV PalmCo untuk rehabilitasi ini memberikan kesempatan kedua bagi individu orangutan yang sebelumnya diselamatkan dari kondisi kritis. Dalam jangka panjang, upaya ini diharapkan mampu mengembalikan mereka ke alam bebas dengan keterampilan bertahan hidup yang memadai.

Langkah ini juga mempertegas bahwa keberlanjutan bukanlah wacana, melainkan tindakan nyata—sebuah pesan yang ingin disampaikan PalmCo kepada publik, bahwa industri kelapa sawit dapat menjadi bagian dari solusi, bukan hanya sumber persoalan lingkungan.

Harapan untuk Masa Depan

PTPN IV PalmCo bukan satu-satunya aktor dalam isu konservasi. Namun, melalui kemitraan dengan BOSF dan keterlibatan langsung dalam rehabilitasi satwa liar, perusahaan ini berupaya membuka jalan menuju tata kelola industri sawit yang lebih berkelanjutan.

PalmCo percaya konservasi bukan tugas eksklusif lembaga swadaya masyarakat atau negara. Dunia usaha, dengan sumber daya dan pengaruhnya, juga memiliki peran penting dalam melindungi lingkungan. Dan dengan menggandeng Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), salah satu organisasi non-profit yang telah berdiri sejak 1991 serta menjadi salah satu lembaga terdepan dalam upaya penyelamatan dan rehabilitasi orangutan di Indonesia, diyakini dapat bermanfaat bagi lingkungan.

“Bila dijalankan dengan tulus dan konsisten, langkah kecil seperti ini bisa berdampak besar bagi masa depan hutan Indonesia,” pungkas Irwan.(*)

Berita Terkait

Sumur Tua Bangkit Lagi! PHKT Dongkrak Produksi Sepinggan V-7 hingga 710 BOPD
Semester I 2026, Program PPM PHI Zona 9 Jangkau Lebih dari 750 Penerima Manfaat
PHKT Bekali 100 Siswa SMK Penajam Pengetahuan Industri Migas, Siapkan Generasi Energi Masa Depan
Peringatan ANZAC Day 2026 di Balikpapan Perkuat Hubungan Australia–Indonesia
Tim Keamanan PHM Selamatkan Tujuh Nelayan Terdampar di Selat Makassar
Menko Infrastruktur AHY Dampingi Presiden Prabowo dalam Kunjungan Kerja ke Ibu Kota Nusantara
PHSS Tingkatkan Kinerja Hulu Migas Melalui Inovasi Teknologi di Area Dondang
Pertamina Hulu Sanga Sanga Tingkatkan Produksi Minyak 150 Persen Lewat Inovasi Teknologi TTESP

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:48 WIB

Sumur Tua Bangkit Lagi! PHKT Dongkrak Produksi Sepinggan V-7 hingga 710 BOPD

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Semester I 2026, Program PPM PHI Zona 9 Jangkau Lebih dari 750 Penerima Manfaat

Senin, 27 Juli 2026 - 15:53 WIB

PHKT Bekali 100 Siswa SMK Penajam Pengetahuan Industri Migas, Siapkan Generasi Energi Masa Depan

Kamis, 30 April 2026 - 17:00 WIB

Peringatan ANZAC Day 2026 di Balikpapan Perkuat Hubungan Australia–Indonesia

Kamis, 16 April 2026 - 13:33 WIB

Tim Keamanan PHM Selamatkan Tujuh Nelayan Terdampar di Selat Makassar

Berita Terbaru