RILISINFO.COM, Gunung kidul – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 12 DIY menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Gunungkidul, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan berlangsung di Ruang Handayani, Kompleks Pemda Gunungkidul, dengan melibatkan pengurus daerah, pengurus nasional,
Balai Monitoring, serta perwakilan pemerintah daerah setempat.
Agenda strategis lima tahunan tersebut menjadi momentum memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mempertajam pengabdian relawan kepada masyarakat.
Ketua RAPI Daerah 12 DIY, Ir. K.P. Nurdi Antoro (JZ12GNI), mengapresiasi dukungan Pemda Gunungkidul yang memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Pemda Gunungkidul atas fasilitasi dan dukungan penuh sehingga Rakerda dapat terselenggara dengan lancar,” ujar Nurdi.
Menurutnya, RAPI DIY memiliki tantangan geografis tersendiri karena wilayahnya menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai gempa bumi, erupsi Merapi, hingga tanah longsor.
“RAPI DIY memiliki keistimewaan tersendiri, baik dari kondisi geografis wilayah yang rawan bencana maupun komitmen sosial anggotanya,” katanya.
Nurdi menegaskan, anggota RAPI tidak hanya dituntut hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga berperan aktif mendukung kegiatan sosial dan budaya masyarakat.
“Semangat relawan kita selalu hadir tidak hanya dalam tanggap bencana, tetapi juga bersinergi menjaga tradisi dan kegiatan sosial budaya masyarakat,” tuturnya.
Ia mengingatkan, perkembangan teknologi informasi tidak boleh menghilangkan roh organisasi sebagai wadah persaudaraan, komunikasi, dan pelayanan masyarakat yang dilandasi ketulusan.
“RAPI harus menjaga jati dirinya sebagai wadah persaudaraan dan pelayanan masyarakat tanpa pamrih,” tegas Nurdi dalam sambutannya.
Komitmen tersebut diperkuat melalui falsafah lokal “Nyawiji, Ngabekti, Migunani”, yang berarti bersatu, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Sumber Daya Manusia Departemen Satu Pengurus Nasional RAPI, Hermanto (JZ08AFI), turut memberikan arahan mengenai penguatan organisasi.
Hermanto menilai, keberhasilan organisasi sangat ditentukan kualitas sumber daya manusia, kedisiplinan anggota, serta kemampuan membangun sinergi dalam menjalankan tugas.
“Faktor utama dalam kemajuan organisasi adalah manusianya. Sesuai tema, kita harus bangkit dan bersinergi,” ujar Hermanto.
Ia menegaskan, kecepatan dan keakuratan informasi menjadi kunci penting, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi darurat yang membutuhkan respons segera.
“Dalam RAPI, tanggap itu kunci. Ketika ada kejadian di sekitar kita, informasi harus disampaikan dengan cepat dan akurat,” katanya.
Menurut Hermanto, pelatihan dan simulasi secara berkala diperlukan untuk menjaga kesiapan anggota sekaligus mengurangi risiko akibat kelalaian dalam komunikasi kebencanaan.
“Cara melawan rasa lupa dan kelalaian adalah dengan terus berlatihan secara rutin,” ujarnya, menekankan pentingnya konsistensi peningkatan keterampilan anggota.
Ia menambahkan, keterlambatan komunikasi radio dapat memperbesar dampak musibah, sehingga latihan harus mengutamakan keselamatan jiwa dan meminimalkan kerugian materiil.
Rakerda tersebut juga membahas penyusunan program kerja lima tahun, peningkatan keterampilan teknis, serta penguatan jejaring komunikasi radio analog untuk mendukung mitigasi bencana.
Selain itu, RAPI DIY menegaskan komitmen relawan TRC IK3 RAPI dalam mendukung pengamanan, komunikasi kegiatan kemasyarakatan, serta aktivitas sosial budaya dan pariwisata.
Melalui Rakerda dan Bimtek ini, RAPI Daerah 12 DIY diharapkan semakin solid, sigap menyampaikan informasi, serta konsisten menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.(waw)















