Rektor UMY Nilai Pengelolaan Dapur MBG di Luar Bidang Perguruan Tinggi

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Jogja – Pernyataan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Achmad Nurmandi, mendadak jadi perhatian publik usai secara terbuka menolak keterlibatan kampus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
‎
‎Di tengah dorongan pemerintah agar perguruan tinggi ikut mengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), UMY memilih mengambil jarak.
‎
‎“Ngapain lah kita ngurus-ngurus MBG, bukan urusan kita itu,” tegas Nurmandi saat ditemui di Ballroom Gedung UMY Student Dormitory, Sabtu (16/5/2026).
‎
‎Nurmandi menegaskan penolakan itu bukan karena menentang program MBG yang digagas pemerintah. Namun, menurutnya, pengelolaan dapur dan distribusi makanan bukanlah tugas utama perguruan tinggi.
‎
‎“Menolak, nggak mau saya. Ngurus kampus aja pusing kok ngurus MBG,” katanya lugas.
‎
‎Ia menilai kampus seharusnya fokus pada pendidikan, riset, dan pengembangan akademik, bukan menjalankan fungsi operasional layanan pangan.
‎
‎Menurut Nurmandi, meski kampus memiliki fasilitas memadai, hal itu tidak otomatis membuat perguruan tinggi wajib terlibat dalam program MBG.
‎
‎“Walaupun kita punya fasilitas, kami menganggap itu bukan bidangnya kampus,” ujarnya.
‎
‎Sikap tegas UMY itu memunculkan perdebatan baru soal batas peran kampus dalam program-program strategis pemerintah di luar sektor pendidikan.
‎
‎Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mendorong kampus-kampus di Indonesia agar memiliki minimal satu dapur MBG atau SPPG.
‎
‎Bahkan, ia berharap kebutuhan bahan pangan program tersebut dapat dipasok dari lingkungan sivitas akademika masing-masing.
‎
‎Langkah itu disebut sebagai upaya membangun ekosistem pangan bergizi berbasis pendidikan dan masyarakat.
‎
‎Di sisi lain, polemik keterlibatan kampus dalam pengelolaan MBG mulai mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
‎
‎Komisi X DPR RI dikabarkan bakal memanggil Kemendiktisaintek untuk meminta penjelasan terkait alasan perguruan tinggi diberi ruang mengelola dapur MBG.
‎
‎Pernyataan keras Rektor UMY kini menjadi bahan perbincangan luas dan dinilai membuka diskusi besar soal arah kebijakan pendidikan dan beban baru kampus di era pemerintahan saat ini. (waw)

Berita Terkait

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi
Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api
Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana
1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa
Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik
UWM Yogyakarta Kembangkan SDM untuk Membangun Institusi Berkelanjutan
Haedar Nashir Dorong Pemerintah Perkuat Kolaborasi dan Komunikasi Publik
LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:09 WIB

1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik

Berita Terbaru