Sambut Nyepi, Puluhan Ribu Umat Hindu Padati Candi Prambanan

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Sleman – Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah di Indonesia memadati pelataran Candi Prambanan, Rabu (18/3/2026), dalam pelaksanaan Tawur Agung Kesanga Nasional.
‎
Upacara sakral ini menjadi bagian penting menyambut Hari Suci Nyepi dengan suasana khidmat yang sarat makna spiritual dan budaya.
‎
Sejak pagi, kawasan Wisnu Mandala dipenuhi umat yang mengikuti rangkaian ritual dengan tertib dan penuh penghayatan.
‎
Diperkirakan 20.000 hingga 25.000 umat hadir mengikuti prosesi Bhuta Yadnya, ritual persembahan suci untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.
‎
Rangkaian dimulai dari Mendhak Tirta di Candi Siwa hingga arak-arakan air suci yang diiringi sesaji dan tari sakral.
‎
“Ini bukan sekadar ritual, tetapi bentuk pengabdian untuk menjaga harmoni semesta,” ujar salah satu peserta di lokasi.
‎
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, I Nengah Dwija, menegaskan bahwa Tawur Agung memiliki makna mendalam bagi kehidupan manusia.
‎
“Ini adalah momentum untuk menumbuhkan kembali jati diri dan menjaga keseimbangan alam semesta,” katanya. Ia menambahkan,
‎
“Keseimbangan bukan pilihan, melainkan keharusan moral yang harus dijaga bersama.”
‎
Dalam kesempatan tersebut, Dwija juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan di tengah krisis global. Ia mengajak umat untuk peduli terhadap unsur kehidupan seperti air, udara, dan energi alam.
‎
“Mari kita jaga agar alam tetap memberi kehidupan yang sehat bagi generasi mendatang,” ujarnya.
‎
Ia juga menyinggung kedekatan momen Nyepi dan Idul Fitri sebagai simbol kuat toleransi, “Ini bukti bahwa kerukunan di Indonesia harus terus dirawat.”
‎
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, Wisnu Bawa Tenaya, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam kehidupan berbangsa.
‎
“Mari kita istirahatkan bumi sejenak melalui Nyepi, agar alam dan batin kembali jernih,” ucapnya.
‎
Rangkaian acara ditutup dengan pawai ogoh-ogoh sebagai simbol pembersihan energi negatif, menegaskan peran Prambanan bukan hanya sebagai warisan dunia, tetapi juga pusat spiritual yang hidup dan penuh makna. (Andriyani)

Berita Terkait

Tim Aksara Peduli UMY Salurkan Bantuan ke Puskesmas Pota, Siapkan Lima Paket Darurat
Akselerasi UMKM Naik Kelas, BRIN Dorong Penguasaan Pemasaran Digital untuk Tembus Pasar Wide
Tingkatkan Kreativitas Kader, TP PKK Balecatur Sukses Gelar Lomba Menu Keluarga Sehat Berbasis Lele
UMY Kirim Tim Aksara Peduli ke Manggarai Timur, Dukung Pemulihan Pascabencana
Penuhi Kebutuhan Sosial Warga, Pokja 1 PKK Balecatur Latih Kader Perempuan Tata Cara Merukti Jenazah
Sinergi Otomotif dan Sosial: Otentik Fun Rally Sukses Geliatkan Sektor Wisata dan Bakti Masyarakat
Hargai Aspirasi Publik, Ndarboy Genk Batal Manggung di Stadion Indoor Manahan Solo
Wujudkan Transparansi Layanan Pertanahan, REKAT DEPOK Pangkas Birokrasi Izin Tanah Kalurahan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:12 WIB

Tim Aksara Peduli UMY Salurkan Bantuan ke Puskesmas Pota, Siapkan Lima Paket Darurat

Selasa, 3 November 2026 - 10:36 WIB

Akselerasi UMKM Naik Kelas, BRIN Dorong Penguasaan Pemasaran Digital untuk Tembus Pasar Wide

Selasa, 3 November 2026 - 09:07 WIB

Tingkatkan Kreativitas Kader, TP PKK Balecatur Sukses Gelar Lomba Menu Keluarga Sehat Berbasis Lele

Selasa, 3 November 2026 - 08:56 WIB

UMY Kirim Tim Aksara Peduli ke Manggarai Timur, Dukung Pemulihan Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 08:49 WIB

Penuhi Kebutuhan Sosial Warga, Pokja 1 PKK Balecatur Latih Kader Perempuan Tata Cara Merukti Jenazah

Berita Terbaru