RILISINFO.COM, Nusa Tenggara Timur – Tim Aksara Peduli Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyalurkan bantuan kesehatan kepada Puskesmas Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (2/11/2026). Penyaluran tersebut menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat bertajuk “Aksi Nyata Berdampak untuk Semua: Menuju Masyarakat NTT Tangguh”.
Program yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa relawan UMY. Tim dipimpin Dr. Al Afik, M.A., bersama Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA., dan apt. Sabtanti Harimurti, Ph.D.
Bantuan diterima oleh Kepala Puskesmas Pota, Hindrayanti, S.Kep., Ns beserta jajaran tenaga kesehatan setempat. Selain menyerahkan perlengkapan kesehatan, tim menyiapkan pendampingan berupa edukasi kesehatan gigi anak dan peningkatan literasi penggunaan obat.
Siapkan Lima Paket Darurat Kesehatan
Berdasarkan daftar perlengkapan program, tim menyiapkan lima paket darurat atau _emergency kit_ yang mencakup 38 jenis perlengkapan kesehatan dan obat-obatan. Kelima paket darurat tersebut akan disalurkan ke lima lokasi berbeda, dengan salah satunya telah diserahkan kepada Kepala Puskesmas Pota.
Satu paket emergeny kit terdiri dari sarung tangan medis, masker, gunting kecil, pinset, kasa steril, perban, kapas, serta kebutuhan perawatan luka lainnya. Obat-obatan yang tercantum antara lain parasetamol, ibuprofen, oralit, obat alergi, dan sejumlah obat yang penggunaannya memerlukan pengawasan tenaga kesehatan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kesiapan pelayanan kesehatan dasar sesuai dengan kebutuhan dan pengelolaan oleh tenaga kesehatan setempat.
Kolaborasi untuk Keberlanjutan Program
Dalam wawancara pada Selasa (3/11/2026), Al Afik menegaskan bahwa pengabdian masyarakat tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Kerja sama dengan puskesmas diperlukan agar pendampingan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Kami tidak ingin datang dan pergi begitu saja. Puskesmas Pota adalah garda terdepan kesehatan masyarakat di sini. Apa yang kami bawa hari ini adalah titipan dari Kemendiktisaintek dan UMY untuk memperkuat layanan yang sudah ada. Semoga bermanfaat untuk warga Pota,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan tenaga kesehatan setempat agar pelaksanaan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, tim berharap dapat mendukung pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan penyakit.
Tim Aksara Peduli UMY juga menyiapkan kegiatan edukasi bagi masyarakat dan anak-anak sekolah. Laelia akan berfokus pada edukasi kesehatan gigi, termasuk pengenalan cara menyikat gigi yang benar dan pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia sekolah. Sementara itu, Sabtanti akan mendukung edukasi penggunaan obat secara tepat dan rasional.
Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi kesehatan anak dan keluarga di wilayah Pota, khususnya mengenai pencegahan masalah kesehatan dan penggunaan obat secara aman.
Mahasiswa Relawan Bantu Inventarisasi
Program ini turut melibatkan empat mahasiswa relawan UMY, yakni Ega, Aul, Anwar, dan Rafi. Mereka membantu inventarisasi perlengkapan kesehatan serta penyerahan bantuan kepada pihak puskesmas. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran pengabdian masyarakat melalui pengalaman langsung di lapangan.
Pihak Puskesmas Pota menyambut baik kegiatan tersebut, terutama dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat pascabencana. Setelah penyerahan bantuan, tim dijadwalkan melanjutkan penyuluhan kepada masyarakat dan sekolah-sekolah di sekitar Kelurahan Pota. (lsi)
Sumber : Humas Umy















