Satu Kasus Super Flu Terdeteksi di Yogyakarta, Dinkes Tegaskan Tidak Ada Penularan Lanjutan

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, YOGYAKARTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta memastikan satu kasus Super Flu yang sempat terdeteksi di wilayah Kota Yogyakarta telah tertangani dengan baik. Pasien yang terkonfirmasi positif Influenza A tipe H3N2-D kini dinyatakan sembuh dan tidak menimbulkan dampak lanjutan di masyarakat.

Kasus tersebut teridentifikasi pada akhir September 2025 melalui pemeriksaan laboratorium di RSUP Dr. Sardjito. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, dr. Lana Unwanah, menyebutkan bahwa temuan ini berasal dari sistem pemantauan rutin penyakit pernapasan.

“Kasus ini terdeteksi dari pemantauan penyakit mirip influenza yang kami lakukan secara berkala. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan pasien positif Influenza A tipe H3N2-D atau Super Flu,” kata dr. Lana dalam keterangannya kepada Awak Media.

Ia memastikan pasien telah mendapatkan penanganan medis sesuai standar dan saat ini kondisinya telah pulih sepenuhnya.

“Pasien sudah sembuh dan tidak ditemukan komplikasi lanjutan. Sejauh ini, tidak ada laporan penularan lanjutan di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurut dr. Lana, Super Flu memiliki gejala yang cenderung lebih berat dibandingkan flu musiman biasa. Penderitanya dapat mengalami demam tinggi secara mendadak, nyeri otot dan sendi, kelelahan ekstrem, sakit kepala, serta batuk yang berlangsung cukup lama.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik. Ia menegaskan bahwa Super Flu memiliki karakteristik yang berbeda dengan COVID-19.

“Super Flu hanya menyerang saluran pernapasan bagian atas dan tidak sampai merusak paru-paru. Berbeda dengan COVID-19 yang bisa langsung menyerang alveolus,” jelasnya.

Dalam pengawasan penyakit ini, Dinkes Kota Yogyakarta menggunakan metode sentinel surveillance, yakni pemeriksaan laboratorium berbasis sampel di fasilitas kesehatan tertentu.

“Tidak semua pasien flu kami periksa ke laboratorium. Sistem sampling ini bertujuan memantau tren penyakit di masyarakat,” imbuh dr. Lana.

Meski tergolong tidak mematikan secara cepat, Dinkes tetap menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

“Kami mengimbau kelompok rentan untuk lebih menjaga kondisi tubuh dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala berat,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diingatkan untuk terus menjaga pola hidup sehat, mulai dari menjaga kebersihan diri, rutin mencuci tangan, mencukupi istirahat, hingga mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

“Dengan kesadaran bersama dan perilaku hidup bersih dan sehat, penularan penyakit pernapasan dapat ditekan,” tutup dr. Lana. (Aga)

Berita Terkait

Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta untuk Lindungi Hak dan Kesejahteraan Pekerja
Wujud Apresiasi Prestasi! Pemkab Sleman Kucurkan Rp46,6 Juta untuk Atlet & Pelatih Peparpeda DIY
Lawan Trend Kukus! Sentra Pathuk Siap Bagikan 27 Ribu Bakpia Panggang Gratis di Bakpia Day #14
Resmikan Sanggar Punokawan 2, Susanto Dorong Generasi Muda Rawat Seni Gamelan Jawa
Sinergi TNI AU dan Pemkab Sleman Optimalkan Lahan Produktif Seluas 8.000 Meter Persegi
Diduga Percikan Stop Kontak, Rumah Warga di Gamping Sleman Terbakar Pagi Hari!
Aniaya Anak di Daycare, Pengasuh di Jogja Dituntut 10 Tahun Penjara: Penderitaan Korban Tak Terbayarkan!
Serangan Houthi ke Arab Saudi, Pakar UMY Soroti Risiko Harga Minyak dan Perjalanan Umrah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta untuk Lindungi Hak dan Kesejahteraan Pekerja

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Wujud Apresiasi Prestasi! Pemkab Sleman Kucurkan Rp46,6 Juta untuk Atlet & Pelatih Peparpeda DIY

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Lawan Trend Kukus! Sentra Pathuk Siap Bagikan 27 Ribu Bakpia Panggang Gratis di Bakpia Day #14

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Resmikan Sanggar Punokawan 2, Susanto Dorong Generasi Muda Rawat Seni Gamelan Jawa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:29 WIB

Sinergi TNI AU dan Pemkab Sleman Optimalkan Lahan Produktif Seluas 8.000 Meter Persegi

Berita Terbaru