Seorang Kakek di Padukuhan Tepus II Ditemukan Meninggal, Diduga Akhiri Hidup karena Sakit Menahun

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Gunungkidul – Peristiwa tragis mengguncang Padukuhan Tepus II, Tepus, Gunungkidul, pada Senin (24/11/2025) pagi setelah seorang kakek berinisial WK (84) ditemukan meninggal dunia.
‎
‎Warga sontak heboh karena korban ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon ketela karet dekat kandang ayam.
‎
‎“Korban pertama kali ditemukan oleh keluarga yang mencarinya,” jelas Kapolsek Tepus, AKP Suryanto.
‎
‎Selanjutnya, AKP Suryanto menerangkan bahwa sebelum kejadian, pihak keluarga sempat melihat WK berjalan menuju kandang ayam.
‎
‎“Namun setelah 30 menit, WK tidak juga kembali. Keluarga lalu menyusul dan mendapati korban sudah dalam posisi tergantung,” ujarnya menegaskan.
‎
‎Temuan itu langsung membuat saksi berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
‎
‎Kemudian, polisi bergerak cepat setelah laporan masuk ke Polsek Tepus.
‎
‎“WK menggantung menggunakan tali tampar hijau sepanjang 145 cm,” ungkap Suryanto.
‎
‎Ia menambahkan bahwa pemeriksaan petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
‎
‎“Hasil pemeriksaan memastikan korban meninggal dunia karena gantung diri,” tegasnya.
‎
‎Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan dugaan bahwa WK diduga nekat mengakhiri hidup karena putus asa akibat penyakit menahun yang tak kunjung sembuh.
‎
‎“Pihak keluarga sudah menerima peristiwa ini sebagai musibah,” imbuhnya.
‎
‎Polisi mengimbau warga tetap saling memperhatikan kondisi psikologis anggota keluarga, terutama lanjut usia yang menghadapi tekanan berat.
‎

(waw)

Berita Terkait

Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta untuk Lindungi Hak dan Kesejahteraan Pekerja
Wujud Apresiasi Prestasi! Pemkab Sleman Kucurkan Rp46,6 Juta untuk Atlet & Pelatih Peparpeda DIY
Lawan Trend Kukus! Sentra Pathuk Siap Bagikan 27 Ribu Bakpia Panggang Gratis di Bakpia Day #14
Resmikan Sanggar Punokawan 2, Susanto Dorong Generasi Muda Rawat Seni Gamelan Jawa
Sinergi TNI AU dan Pemkab Sleman Optimalkan Lahan Produktif Seluas 8.000 Meter Persegi
Diduga Percikan Stop Kontak, Rumah Warga di Gamping Sleman Terbakar Pagi Hari!
Aniaya Anak di Daycare, Pengasuh di Jogja Dituntut 10 Tahun Penjara: Penderitaan Korban Tak Terbayarkan!
Serangan Houthi ke Arab Saudi, Pakar UMY Soroti Risiko Harga Minyak dan Perjalanan Umrah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta untuk Lindungi Hak dan Kesejahteraan Pekerja

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Wujud Apresiasi Prestasi! Pemkab Sleman Kucurkan Rp46,6 Juta untuk Atlet & Pelatih Peparpeda DIY

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Lawan Trend Kukus! Sentra Pathuk Siap Bagikan 27 Ribu Bakpia Panggang Gratis di Bakpia Day #14

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Resmikan Sanggar Punokawan 2, Susanto Dorong Generasi Muda Rawat Seni Gamelan Jawa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:29 WIB

Sinergi TNI AU dan Pemkab Sleman Optimalkan Lahan Produktif Seluas 8.000 Meter Persegi

Berita Terbaru