Sinergi Lintas Sektor Perkuat Upaya Penurunan Stunting di Condongcatur

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, SLEMAN – Upaya menekan angka stunting di Condongcatur terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor antara RS Condong Catur dan Pemerintah Kalurahan.
‎
Sinergi ini diwujudkan dalam podcast edukatif bertajuk “Sinergi Medis dan Strategi Wilayah: Upaya Terpadu Penurunan Stunting di Condongcatur” yang digelar pada Selasa (14/4/2026).
‎
Kegiatan ini menghadirkan perspektif kebijakan dan medis sekaligus sebagai sarana edukasi publik yang akan ditayangkan melalui kanal YouTube resmi RS.
‎
Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menegaskan bahwa stunting masih menjadi perhatian serius di wilayahnya.
‎
Ia mengungkapkan, “Pada tahun 2024 tercatat 59 kasus, dan berhasil ditekan menjadi 51 kasus di tahun 2025.
‎
Ini hasil kerja bersama yang berkelanjutan.” Ia menambahkan, “Sinergi antara otoritas medis dan kebijakan anggaran di kalurahan adalah kunci agar intervensi berjalan efektif.”
‎
Berbagai program strategis terus digencarkan, seperti Program DAHSYAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi kelompok rentan.
‎
Selain itu, penguatan 40 Posyandu dilakukan bersama Puskesmas Depok II dan RS Condong Catur.
‎
“Kami tidak hanya memberi bantuan, tapi memastikan sistem rujukan dari posyandu ke rumah sakit berjalan tanpa kendala,” ujar Reno.
‎
Dari sisi medis, dr. Dhyah Listya Palupi, Sp.A. menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan.
‎
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” katanya.
‎
Ia menekankan pentingnya ASI eksklusif, MPASI bergizi, serta pemantauan rutin.
‎
“Deteksi dini di posyandu hingga rujukan ke rumah sakit harus berjalan terintegrasi,” jelasnya.
‎
Ia juga menyoroti pentingnya pencegahan sejak sebelum kehamilan melalui program promil.
‎
“Asupan nutrisi seperti asam folat dan zat besi harus dipenuhi sejak awal,” ujarnya. Namun, ia mengakui tantangan masih ada.
‎
“Rendahnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap posyandu menjadi hambatan, sehingga edukasi berkelanjutan sangat diperlukan,” tegasnya.
‎
Melalui kolaborasi ini, masyarakat diharapkan semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan demi mewujudkan generasi bebas stunting. (andriyani)

Berita Terkait

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi
Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api
Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana
1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa
Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik
UWM Yogyakarta Kembangkan SDM untuk Membangun Institusi Berkelanjutan
Haedar Nashir Dorong Pemerintah Perkuat Kolaborasi dan Komunikasi Publik
LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:09 WIB

1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik

Berita Terbaru