RILISINFO.COM, Medan – Kreativitas anak muda dalam mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai mendapat apresiasi dari Seri Paduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam atau Sultan Deli XIV.
Dukungan tersebut disampaikan Sultan Deli XIV kepada Alle, kreator muda berusia 14 tahun, serta gerakan Recyclogoods yang bergerak dalam pemanfaatan sampah plastik menjadi berbagai produk daur ulang.
Momen tersebut berlangsung di Cafe & Resto Kopi Kereta Api, Jalan Sena Nomor 7, Medan, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam kesempatan itu, Sultan Deli XIV turut memperlihatkan salah satu produk Recyclogoods berupa tatakan gelas berbahan dasar plastik keras hasil daur ulang.
Sultan Deli XIV menilai inisiatif tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas.
“Saya melihat ada program yang sangat luar biasa yang harus bisa dikembangkan. Saya berharap ini menjadi go internasional ke depannya dan membawa keberkahan untuk kita semua,” ujar Sultan Deli XIV.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap pemanfaatan produk hasil daur ulang sekaligus mendorong kecintaan terhadap produk dalam negeri dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Saya sangat mendukung semua niat baik ini, dan Sumatra Utara, khususnya Indonesia, bisa memanfaatkan produk-produk ini. Karena ini merupakan produk dalam negeri, kita harus cinta produk dalam negeri dan juga ini go green,” katanya.
Sementara itu, Alle mengaku senang sekaligus terkejut mendapat dukungan langsung dari Sultan Deli XIV.
Menurut Alle, keterlibatannya dalam Recyclogoods berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah plastik yang ditemukan di lingkungan sekitar. Ia kemudian berupaya membuktikan bahwa sampah plastik keras yang selama ini dianggap tidak bernilai masih dapat diolah menjadi produk yang berguna dan memiliki nilai estetika.
“Jujur kaget banget sekaligus senang bisa dapat support langsung dari Tuanku Sultan Deli XIV. Dari awal aku ikut om-om teman Babah Hendra Blu Ramli di Recyclogoods ini sebenarnya simpel aja, karena prihatin lihat sampah plastik yang numpuk di mana-mana,” ujar Alle.
Ia berharap apresiasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi dirinya dan generasi muda lainnya untuk terus menghasilkan karya sekaligus melakukan aksi nyata bagi lingkungan.
“Aku pengen ikut ngebuktiin kalau sampah plastik keras yang tadinya cuma dibuang, ternyata bisa diolah lagi jadi barang yang keren dan berguna,” katanya.
Menurut Alle, dukungan tersebut menjadi tambahan semangat untuk terus mengembangkan kreativitas dan mendorong anak muda agar tidak berhenti berkontribusi melalui karya yang memiliki manfaat bagi lingkungan.
Inisiatif Recyclogoods menunjukkan upaya pemanfaatan kembali sampah plastik melalui proses daur ulang menjadi produk yang dapat digunakan. Gerakan tersebut juga menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diperkenalkan sejak usia muda melalui kreativitas dan karya lokal.
Ke depan, dukungan terhadap inovasi pengolahan sampah diharapkan dapat membuka peluang pengembangan produk daur ulang sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah plastik.(*)















