RILISINFO.COM, Kota Bekasi – Tuberkulosis (TB) masih menjadi ancaman kesehatan global dan nasional, dengan Indonesia menduduki peringkat kedua tertinggi di dunia dengan estimasi 1.080.000 kasus berdasarkan Global TB Report 2025 dan angka kematian mencapai 126.000 jiwa per tahun.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kementerian Kesehatan menginisiasi penguatan penemuan kasus melalui integrasi pelacakan kontak (tracing) dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Berikut adalah poin-poin penting terkait pelaksanaan program tersebut:
Penundaan tracing pasca penemuan kasus indeks berisiko tinggi memperluas penularan di lingkungan rumah tangga dan komunitas.
Per 1 Maret 2026, penemuan kasus TB secara nasional mencapai 867.344 kasus (80%). Provinsi Jawa Barat mencatat penemuan sebesar 96,8% dan Jawa Tengah sebesar 84%, namun capaian tracing di kedua wilayah masih rendah, yakni masing-masing 40% dan 57%, akibat tantangan stigma dan diskriminasi.
Kegiatan tracing TB terintegrasi CKG telah diuji coba di RW 017 Kelurahan Perwira guna memastikan setiap kasus ditindaklanjuti secara optimal, dengan target kegiatan tracking TBC 100 orang, Capaian 100 orang, Sehingga Target tracing sudah 100 persen tercapai.
Mempercepat tracing kontak serumah dan erat, memperluas cakupan layanan CKG bagi kelompok berisiko, serta menekan stigma sosial terhadap pasien TB melalui kolaborasi lintas sektor antara puskesmas, dinas kesehatan, dan kader masyarakat di 11 kabupaten/kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. (YRD)















