Viral Guru Klaim Tanggung Biaya RS Usai Cicipi MBG, SPPG Buka Suara

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, SLEMAN – Pengakuan seorang guru piket yang mengaku menjadi korban keracunan setelah mencicipi makanan MBG mendadak viral di media sosial.

Guru tersebut mengungkap pengalaman itu melalui akun Instagram pribadinya, @septiady_irawan, Senin (14/9/2026).

Dalam unggahannya, ia menyebut dirinya sebagai satu-satunya guru yang menjadi korban keracunan dan mendapatkan perawatan di RSUD Sleman.

“Saya merupakan satu-satunya guru yang menjadi korban keracunan dan mendapatkan perawatan di RSUD Sleman,” tulisnya.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Senin, 7 September 2026, ketika dirinya menjalankan tugas sebagai guru piket.
‎Ia mengatakan tugasnya saat itu mencakup mencicipi sekaligus membagikan makanan MBG kepada para siswa.

“Pada hari Senin, 7 September 2026, saya bertugas sebagai guru piket,” ungkapnya dalam unggahan tersebut.

Menurutnya, tugas mencicipi makanan dilakukan sebagai bagian dari kewajiban sebelum makanan MBG dibagikan kepada siswa.

Namun, setelah kejadian tersebut, guru itu mengaku mengalami keluhan kesehatan hingga akhirnya memperoleh perawatan medis di RSUD Sleman.

“Saya mengalami keluhan kesehatan dan mendapatkan perawatan di RSUD Sleman,” tulisnya.

Persoalan kemudian berkembang karena guru tersebut mengaku harus membayar sendiri seluruh biaya perawatan medis yang dikeluarkannya.

“Seluruh biaya perawatan di RSUD Sleman pada saat kejadian saya tanggung dan bayarkan secara mandiri,” katanya.

Ia juga mempertanyakan tindak lanjut pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG setelah dirinya mengalami keluhan kesehatan.

Menurut pengakuannya, ketika unggahan dibuat belum terdapat kejelasan mengenai pertanggungjawaban biaya pengobatan yang telah dikeluarkan.

“Belum ada kejelasan maupun informasi lebih lanjut dari pihak SPPG,” tulisnya.

Ia juga menyinggung pertanggungjawaban biaya pengobatan yang sebelumnya telah dibayarkan menggunakan uang pribadinya.

“Termasuk mengenai pertanggungjawaban biaya pengobatan yang telah saya keluarkan,” lanjutnya dalam unggahan tersebut.

Pengakuan itu kemudian mendapat perhatian setelah beredar luas dan memunculkan pertanyaan mengenai perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan program MBG.

Namun, pihak pemerintah memberikan penjelasan berbeda mengenai biaya pelayanan kesehatan guru tersebut.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Harsono Budi Waluyo mengatakan biaya pelayanan kesehatan guru telah ditanggung SPPG.

“Biaya pelayanan kesehatan bagi guru yang sebelumnya menyampaikan keluhan melalui media sosial telah terlebih dahulu ditanggung SPPG,” kata Harsono.

Menurut Harsono, pembayaran tersebut dilakukan pihak SPPG pada Jumat, 11 September 2026.

Tidak berhenti pada persoalan biaya, jajaran SPPG Turi Wonokerto juga kembali mendatangi guru tersebut pada Senin, 14 September 2026.

“Jajaran SPPG Turi Wonokerto kembali mendatangi guru yang bersangkutan untuk bersilaturahmi, melakukan klarifikasi,” jelas Harsono.

Kunjungan itu sekaligus dilakukan untuk memastikan kondisi guru serta tindak lanjut pelayanan kesehatan yang telah diberikan.

“Memastikan kondisi dan tindak lanjut pelayanan kesehatan yang telah diberikan,” ujar Harsono saat dihubungi, Senin (14/9/2026).

Keterangan tersebut menjadi jawaban atas polemik yang muncul setelah pengakuan guru mengenai biaya pengobatan dan tindak lanjut kasus keracunan MBG.

Kini, perhatian publik tertuju pada transparansi penanganan kejadian serta kepastian perlindungan bagi guru yang menjalankan tugas mencicipi makanan MBG sebelum dibagikan. (waw)

Berita Terkait

59 Pekebun Sumsel Belajar Strategi Tingkatkan Produktivitas Sawit
Budaya Jawa Perkuat Ketahanan Keluarga Menghadapi Tantangan Modern
Pengelolaan Danais Disorot, Warga Yogyakarta Minta Dibuka ke Publik
Siskeudes Diperkuat, Margorejo Dorong Pengelolaan Keuangan Lebih Transparan
Sumur Gentong Loram Wetan dan Kisah Koin Kuno di Balik Kesembuhan Warga
PEKSIMINAS 2026, Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Prestasi Lewat Chika dan Lunar
Stasiun Tugu Yogyakarta Jadi Teraktif, Penumpang KAI Daop 6 Naik 19 Persen
Suahasil Resmi Jadi Menkeu, Pasar Menanti Langkah Baru Kebijakan Fiskal

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:25 WIB

59 Pekebun Sumsel Belajar Strategi Tingkatkan Produktivitas Sawit

Selasa, 15 September 2026 - 08:07 WIB

Budaya Jawa Perkuat Ketahanan Keluarga Menghadapi Tantangan Modern

Senin, 14 September 2026 - 21:00 WIB

Pengelolaan Danais Disorot, Warga Yogyakarta Minta Dibuka ke Publik

Senin, 14 September 2026 - 20:00 WIB

Siskeudes Diperkuat, Margorejo Dorong Pengelolaan Keuangan Lebih Transparan

Senin, 14 September 2026 - 19:00 WIB

Viral Guru Klaim Tanggung Biaya RS Usai Cicipi MBG, SPPG Buka Suara

Berita Terbaru