Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 16 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Mamuju – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta kepala daerah bersinergi mendukung program pemerintah pusat. Pasalnya, gagasan besar yang telah disusun Presiden Prabowo Subianto bakal sulit berjalan tanpa didukung soliditas dari daerah. Gagasan ini, misalnya, mewujudkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

“Kuncinya adalah sinergi, sinkronisasi, dan akselerasi,” jelas Bima pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pelaksanaan Urusan Pemerintahan Umum Tahun 2025 dalam Mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 di Grand Maleo Hotel and Convention, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (16/1/2025).

Lebih lanjut, dia menegaskan, seluruh kepala daerah harus menyelaraskan berbagai program besar yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Meskipun, dirinya mengakui langkah ini tidak mudah lantaran adanya sejumlah tantangan. Bima mencontohkan dinamika di tingkat daerah yang program kerjanya kerap tak selaras antara gubernur dengan bupati dan wali kota. “Nah, sekarang target-target besar tadi harus sinkron dengan semua,” jelasnya.

Upaya pemerintah daerah (Pemda) dalam menyelaraskan program pemerintah pusat dapat mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Berbagai program yang tertuang dalam RPJMN harus diselaraskan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dia menjelaskan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah memetakan sumber kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dari sejumlah daerah. Pemetaan itu mengacu pada potensi masing-masing wilayah, sehingga Pemda perlu menindaklanjutinya. Dirinya meyakini, target tersebut dapat tercapai apabila pusat dan daerah berkolaborasi. Hal ini serupa dengan upaya pengendalian inflasi yang dinilai berhasil berkat kolaborasi pusat dan daerah.

“Kalau inflasi saja dengan model kolaborasi [dan] sinergi bersama semua bisa kita kendalikan dan tekan, rasa-rasanya pertumbuhan ekonomi delapan persen pun bisa, kalau kita koordinasikan bersama,” jelasnya.

Karena itu, dirinya mendorong Pemda untuk mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan begitu, daerah dapat berkontribusi terhadap upaya pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

“Jadi saya ingin menyemangati teman-teman di daerah semua untuk menengok, melakukan pemetaan potensi-potensi peningkatan PAD,” tandasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Taklimat Presiden di Hadapan 800 Pati TNI-Polri, Mendagri Tito Ikut Hadir
Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Percepat Kepemilikan Akta Kelahiran Anak
Wamendagri Bima Minta Pemda Perkuat Mitigasi dan Ketangguhan Hadapi Bencana
Perkuat Pelayanan Dasar, TP Posyandu dan TP PKK Dorong Implementasi 6 SPM di NTT
Mendagri Tito Bahas Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Bersama Pemkab Malinau
Jalan dan Jembatan Nasional di Sumatera Pulih 100 Persen Pascabencana
Ekonomi Masyarakat Mulai Pulih, Satgas PRR Tegaskan Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut
Kemendagri Dorong Pemda Perketat Pengendalian Harga dan Pasokan Pangan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Taklimat Presiden di Hadapan 800 Pati TNI-Polri, Mendagri Tito Ikut Hadir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Percepat Kepemilikan Akta Kelahiran Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Wamendagri Bima Minta Pemda Perkuat Mitigasi dan Ketangguhan Hadapi Bencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Perkuat Pelayanan Dasar, TP Posyandu dan TP PKK Dorong Implementasi 6 SPM di NTT

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Mendagri Tito Bahas Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Bersama Pemkab Malinau

Berita Terbaru