Pemkot Yogyakarta Gelar Jambore Pemuda Daerah 2026, Siapkan Generasi Unggul dan Berdaya Saing

RILISINFO.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat peran generasi muda sebagai motor pembangunan melalui penyelenggaraan Jambore Pemuda Daerah (JPD) Kota Yogyakarta 2026 yang dirangkaikan dengan Gelar Pelajar Pemuda. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada (17/7/26 – 19/7/26) dengan mengusung semangat kolaborasi, kepemimpinan, kewirausahaan, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers Gerakan Reresik Sekolah, Jambore Pemuda Daerah, dan Gelar Pelajar Pemuda di Ruang Rapat Lantai 1 Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosan) Kota Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Wakil Ketua Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kota Yogyakarta, Abdi Kukuh Dewantoro, mengatakan Jambore Pemuda Daerah telah diselenggarakan sejak 2019 dan hingga kini terus menjadi wadah pengembangan kapasitas pemuda di Kota Yogyakarta.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga ruang bagi para pemuda untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi Kota Yogyakarta.

“Jambore Pemuda Daerah merupakan kegiatan berjenjang yang nantinya akan melahirkan delegasi-delegasi terbaik untuk mewakili Kota Yogyakarta. Kami ingin menggali potensi pemuda agar mampu menjadi agen perubahan yang memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, sekaligus peduli terhadap lingkungan dan budaya,” ujar Abdi.

Ia menjelaskan, peserta Jambore berasal dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta dengan rentang usia 17 hingga 30 tahun. Seluruh peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan berupa long march, aksi bersih lingkungan, pelatihan kepemimpinan, penguatan kewirausahaan, hingga penyusunan rencana aksi (action plan) yang dapat diterapkan di masyarakat.

Sekretaris PPMI Kota Yogyakarta, Fabriska Noor Fitriana, menambahkan Jambore tahun ini dirancang agar menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Kami ingin peserta tidak berhenti hanya mengikuti jambore. Setelah kegiatan selesai, mereka diharapkan tetap berjejaring dan menghadirkan gerakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Yogyakarta,” katanya.

Fabriska menyebut sejumlah narasumber akan hadir untuk membekali peserta, mulai dari praktisi kebudayaan, konten kreator yang mengangkat kearifan lokal, hingga pramuwisata profesional. Selain menerima materi, peserta juga akan menyusun gagasan program yang dapat dikembangkan setelah jambore berakhir.

Sementara itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga melibatkan Forum Pemuda Budaya melalui penyelenggaraan Gelar Pelajar Pemuda yang dikolaborasikan dengan Gerakan Reresik Sekolah.

Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta 2026, Muhammad Ilham Kurniawan, mengatakan keterlibatan Forum Pemuda Budaya menjadi bentuk sinergi antara pelestarian budaya dan pembangunan karakter generasi muda.

“Budaya tidak hanya berbicara mengenai warisan masa lalu, tetapi juga bagaimana generasi muda membangun kepedulian, gotong royong, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut kami hadirkan melalui kolaborasi dalam Gerakan Reresik Sekolah dan Gelar Pelajar Pemuda,” ujarnya.

Senada, Duta Budaya DIY 2026, Erliana Puspita Ningrum, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari budaya masyarakat Yogyakarta.

Menurutnya, para pelajar akan diajak membangun karakter melalui nilai gotong royong, disiplin, kepedulian, tanggung jawab, serta cinta lingkungan sehingga gerakan menjaga kebersihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya yang dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan Jambore Pemuda Daerah dan Gelar Pelajar Pemuda, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap lahir generasi muda yang adaptif, inovatif, berkarakter, serta mampu berkolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah, sekaligus menjadi penggerak pelestarian budaya dan lingkungan di Kota Yogyakarta. (Aga)