Tingkatkan Produktivitas Sawit, LPP Agro Perkuat Kompetensi Pekebun

RILISINFO.COM, MEDAN – Sebanyak 87 pekebun swadaya Labuhanbatu Selatan mengikuti pelatihan budidaya kelapa sawit untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas kebun mereka secara berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung di Le Polonia Hotel & Convention, Medan, 11-16 Agustus 2026, melalui program BPDP yang dipercayakan kepada LPP Agro Nusantara langsung.

Pelatihan tersebut menjadi bagian komitmen LPP Agro Nusantara mengawal pengembangan sumber daya manusia sawit hingga manfaatnya benar-benar dirasakan kepada pekebun langsung.

Pembukaan berlangsung khidmat melalui Tari Grebeg Genjring, dihadiri Muhammad Yusuf Lubis dan Pugar Indriawan sebagai SEVP Operations LPP Agro Nusantara dan peserta.

Pugar menegaskan pelatihan tidak boleh berhenti di ruang kelas, tetapi harus menjadi bekal nyata untuk memperbaiki pengelolaan kebun pekebun di lapangan.

“Program BPDP ini harus sampai manfaatnya ke kebun. Kami memastikan materi bisa langsung dipraktikkan pekebun secara langsung oleh seluruh pekebun,” ujar Pugar.

Menurut Pugar, materi mencakup pemilihan benih, penggunaan pupuk tepat, hingga pencatatan kebun yang dinilai penting meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha di lapangan.

“Field trip menjadi bukti pendekatan praktik, karena peserta melihat langsung standar kebun serta produksi benih sawit unggul di lapangan secara langsung,” katanya.

Agenda field trip berlangsung 15 Agustus 2026, dengan kunjungan peserta menuju PTPN IV Regional II Kebun Adolina dan Balai Benih Adolina langsung.

Di lokasi tersebut, para peserta memperoleh gambaran langsung mengenai standar pengelolaan kebun dan proses produksi benih sawit unggul berkualitas yang berkualitas tinggi.

Pelatihan menyasar pekebun, pengurus KUD, pendamping, hingga keluarga pekebun sesuai rekomendasi teknis Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di tingkat daerah.

“Kalau 87 orang ini pulang dan menularkan ilmu, dampaknya bisa menjangkau ratusan hektare kebun Labuhanbatu Selatan,” kata Pugar untuk perubahan nyata.

Data nasional menunjukkan pekebun swadaya mengelola sekitar 40 persen lahan sawit di 26 provinsi, namun kontribusinya terhadap produksi CPO masih terbatas nasional.

Kondisi tersebut menunjukkan penguatan kapasitas pekebun menjadi kebutuhan penting agar pengelolaan kebun lebih produktif, efisien, dan mampu meningkatkan hasil panen bagi pekebun.

Parayaan Siregar, salah satu peserta, mengapresiasi materi pelatihan karena dinilai aplikatif dan membantu mengenali kesalahan pengelolaan kebun selama mengelola kebun selama ini.

“Ilmu dari Pak Pugar dan tim LPP sangat aplikatif. Kami jadi tahu mana yang selama ini keliru di kebun tersebut,” ujar Parayaan.

Peserta lainnya, Imsanuddin Rangkati, berharap ilmu tersebut dibagikan kepada anggota kelompok agar pengetahuan berkembang dan seluruh pekebun bisa maju bersama di lapangan.(waw)