Pemkot Yogyakarta Perkuat Pengawasan MBG, Perluasan Sasaran Menyasar Ibu Hamil dan Balita
RILISINFO.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memperkuat pemantauan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendorong perluasan penerima manfaat untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B.
Langkah tersebut dibahas saat peninjauan pelaksanaan MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sorosutan 3 dan SMP Negeri 10 Kota Yogyakarta, Senin (7/9/2026). Peninjauan dilakukan bersama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Aby Ismawan.
Dalam kegiatan tersebut, tim melihat secara langsung proses pelaksanaan MBG, mulai dari pengolahan makanan, pengemasan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Aby menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pengelola SPPG dan penerima manfaat. Masukan mengenai menu, menurut dia, tetap perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti, tetapi tidak boleh mengabaikan standar kebutuhan gizi.
“Jangan kita mengikuti selera tapi gizinya nol. Itu tidak baik. Tetap yang diutamakan gizi,” ujar Aby.
Menurut Aby, pengelola SPPG tetap memiliki ruang untuk berkreasi dalam penyusunan dan pengolahan menu. Namun, kreativitas tersebut harus tetap memenuhi standar keamanan pangan, kebutuhan gizi, serta tata kelola yang telah ditetapkan pemerintah.
Pemkot Yogyakarta juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah melalui pembentukan satuan tugas (satgas). Keberadaan satgas diharapkan dapat mempercepat pemantauan dan penanganan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan hasil peninjauan menunjukkan pelaksanaan MBG di SPPG Sorosutan 3 berjalan dengan baik.
Menurut Wawan, pengaturan alur kerja hingga pembagian porsi makanan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi penerima manfaat.
“Tadi alhamdulillah kita kunjungan dengan Pak Aby. Alurnya sudah sangat bagus, kemudian cara porsian dari gizinya juga sudah diperhitungkan dengan benar,” kata Wawan.
Ia mengatakan Pemkot Yogyakarta akan terus memperkuat koordinasi antara satgas, perangkat daerah terkait, dan SPPG. Koordinasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan MBG di setiap wilayah dapat dipantau secara optimal.
Selain memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar, Pemkot Yogyakarta mendorong perluasan sasaran program kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Wawan menyebut kelompok 3B membutuhkan asupan gizi tambahan untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Perluasan sasaran MBG juga dinilai dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat penurunan angka stunting.
“Perluasan sasaran MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita terus kita dorong, karena kelompok 3B ini membutuhkan asupan tambahan untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang sekaligus mempercepat penurunan stunting,” tandasnya.
Pemkot Yogyakarta turut mendorong percepatan proses sertifikasi halal bagi SPPG. Wawan mengatakan proses sertifikasi halal dilakukan melalui sejumlah tahapan sehingga penyelesaiannya perlu dilakukan secara bertahap.
“Kalau proses halal kan ada beberapa tahapan untuk jadi sertifikatnya. Insyaallah aman semuanya dan banyak bermanfaat,” katanya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Lana Unwanah mengatakan pemberian makanan bergizi kepada kelompok 3B merupakan salah satu langkah untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
“Dengan adanya MBG dengan sasaran 3B ini, salah satunya juga untuk mendukung percepatan penurunan stunting,” ujar Lana.
Lana menyebut saat ini terdapat 47 SPPG yang telah beroperasi di Kota Yogyakarta. Seluruh SPPG tersebut telah melalui proses Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Pemkot Yogyakarta memastikan pemantauan terhadap pelaksanaan MBG terus dilakukan untuk menjaga kualitas makanan, pemenuhan kebutuhan gizi, keamanan pangan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat. (Aga)

