RILISINFO.COM, JOGJA – Dinas Pariwisata DIY menggelar pelatihan AI untuk UMKM guna mendorong produktivitas, pemasaran, operasional, hingga pengelolaan keuangan pelaku usaha daerah secara berkelanjutan dan mandiri.
Memasuki hari kedua, Anggota DPRD DIY Tri Nugroho hadir memberikan pengarahan langsung kepada peserta UMKM dari Sleman, Bantul, dan Kulon Progo setempat sekaligus memotivasi.
Agenda tersebut bertajuk Rupakarsa Creative Masterclass New Tech, sebuah bimbingan teknis subsektor teknologi baru yang menekankan pemanfaatan kecerdasan buatan bagi UMKM secara praktis.
Tri Nugroho mengapresiasi antusiasme peserta dan menilai pelatihan teknologi harus memberi manfaat nyata bagi pengembangan usaha kecil di berbagai wilayah DIY secara berkelanjutan.
Menurut Tri, Dinas Pariwisata DIY memiliki peran penting dalam mengayomi pelaku usaha agar mampu menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat sekarang ini bersama-sama.
“Pelaku usaha yang hadir di sini adalah orang-orang pilihan,” ujar Tri Nugroho saat memberikan motivasi kepada seluruh peserta pelatihan tersebut hari ini secara langsung.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, melainkan dibagikan kepada rekan UMKM yang belum mendapatkan kesempatan pelatihan serupa di daerah masing-masing.
“Kami berharap materi yang didapat tidak berhenti di sini, tetapi juga disebarluaskan kepada rekan-rekan UMKM lainnya yang belum hadir,” katanya kepada peserta pelatihan.
Tri juga menekankan pentingnya pola pelatihan yang tidak hanya mengandalkan teori, tetapi menghadirkan pendampingan praktis dari pelaku usaha berpengalaman secara langsung kepada peserta.
“Pelatihan jangan hanya teori. Pendampingan dari praktisi penting karena mereka memahami dinamika usaha di lapangan,” kata Tri dalam pengarahannya kepada seluruh peserta pelatihan.
Menurutnya, pengalaman praktisi dapat membantu peserta memahami penerapan AI secara lebih sederhana, terukur, dan sesuai kebutuhan operasional usaha sehari-hari mereka masing-masing secara nyata.
Pemanfaatan AI diarahkan untuk mendukung produktivitas, pemasaran digital, pengelolaan operasional, hingga pencatatan dan pengelolaan keuangan para pelaku UMKM DIY secara berkelanjutan dan efektif.
Tri turut menyoroti kebutuhan memperluas akses pemasaran digital agar produk UMKM semakin mudah dikenal dan dijangkau konsumen di berbagai daerah secara luas dan cepat.
Ia mendorong pelaku usaha memanfaatkan platform pendukung daerah seperti SiBakul untuk memperkuat akses, efisiensi pemasaran, serta jejaring usaha mereka secara berkelanjutan dan lebih luas.
Sinergi antara pemerintah, praktisi, dan pelaku UMKM dinilai penting agar penerapan teknologi tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai dilaksanakan secara formal dan berkelanjutan.
Tri berharap pendampingan berkelanjutan dapat membantu UMKM beradaptasi dengan teknologi modern sekaligus meningkatkan kemampuan usaha menghadapi persaingan pasar yang semakin dinamis saat ini secara nyata.
“Dengan pendampingan intensif dan sinergi instansi terkait, kami berharap UMKM mampu naik kelas,” kata Tri Nugroho menegaskan harapannya kepada peserta pelatihan secara langsung.
Pelatihan tersebut menghadirkan Ahmad Amirudin, Co-founder Stocktree AI, sebagai narasumber yang memberikan wawasan mengenai penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan bisnis UMKM secara praktis dan terukur.
Instruktur Dan Ikwan, Chairperson Jogja Impact Forum, turut membimbing peserta memahami penggunaan AI untuk kebutuhan operasional bisnis sehari-hari secara praktis dan terukur bagi UMKM.
Melalui pelatihan ini, UMKM DIY diharapkan semakin siap memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan membangun usaha berkelanjutan di era digital secara mandiri.(WAW)















