RILISINFO.COM, JOGJA – Ulasan bintang satu menyerbu Google Maps Bolosego setelah video dugaan pungutan viral di Alun-Alun Kidul dan menjadi sorotan publik hingga kini.
Owner Bolosego Dyah Laily Fardisa mengungkapkan ulasan buruk tersebut muncul hampir bersamaan pada seluruh cabang usaha miliknya sejak pagi ini.
“Pagi ini kami diboom dengan review bintang satu, terus bertambah dalam hitungan detik di semua resto Bolosego,” tulisnya melalui Instagram Story miliknya pagi.
Menurut unggahan tersebut, serbuan ulasan membuat rating Bolosego yang sebelumnya mencapai 4,9 turun drastis hingga angka 2,3 dalam waktu singkat berdasarkan pantauan sementara.
Perubahan itu terjadi setelah polemik dugaan pungutan terhadap Bolosego di kawasan Alun-Alun Kidul Yogyakarta menjadi perhatian publik secara luas hingga sekarang di masyarakat.
Dyah sebelumnya menyampaikan dugaan permintaan uang Rp2,5 juta ketika hendak berjualan menggunakan food truck di kawasan tersebut kepada pengelola hingga kini di lapangan.
Kasus itu kemudian ramai diperbincangkan setelah video dan keterangan terkait dugaan pungutan beredar luas melalui media sosial dalam beberapa hari terakhir pada hari.
Namun, tudingan mengenai penyerangan ulasan Google Maps masih merupakan klaim pihak Bolosego dan belum membuktikan siapa pelakunya secara pasti hingga kini hingga saat.
Dyah menunjukkan sejumlah akun yang memberikan penilaian rendah dengan pola nilai serupa tanpa menyertakan komentar pengalaman pelanggan pada halaman Google Maps di Google.
Beberapa nama akun yang disebut dalam unggahannya antara lain Supriyono Supri, Sigit Ragel Prayitno, dan Sugeng Mulyono dalam penilaian tersebut dalam unggahan itu.
Menurut Dyah, akun-akun tersebut memberikan nilai satu pada makanan, layanan, dan suasana dalam waktu yang disebut bersamaan oleh pemilik usaha pada pagi tersebut.
“Pagi ini kami di-boom dengan review bintang satu. Terus bertambah dalam hitungan detik,” kata Dyah melalui unggahannya di media sosial.
Unggahan tersebut memunculkan dugaan di kalangan warganet bahwa ulasan negatif dilakukan secara terkoordinasi, namun belum ada bukti independen yang mengonfirmasi hingga kini berlangsung.
Sejumlah warganet kemudian menyampaikan dukungan kepada Bolosego dengan mengajak pengguna Google memberikan ulasan berdasarkan pengalaman mereka sendiri secara jujur sampai sekarang secara terbuka.
“Mari kita bantu bintang lima kembali untuk Bolosego,” tulis salah satu ajakan yang beredar di tengah polemik tersebut melalui media sosial.
Di sisi lain, pemberian ulasan harus tetap berdasarkan pengalaman nyata agar tidak berubah menjadi serangan digital kepada pihak tertentu tanpa dasar secara jujur.
Polemik ini juga kembali menyoroti dugaan pungutan dalam aktivitas usaha kecil yang berjualan di ruang publik Yogyakarta dan menjadi perhatian masyarakat hingga kini.
Pengelola parkir kawasan Alun-Alun Kidul sebelumnya memberikan klarifikasi bahwa pembayaran tertentu disebut sebagai kompensasi sterilisasi area untuk kegiatan usaha secara resmi kepada publik.
Dishub Kota Yogyakarta juga menyatakan tidak pernah menerbitkan izin juru parkir di kawasan Alun-Alun Kidul berdasarkan keterangan pejabatnya kepada media kepada media setempat.
Sementara itu, dugaan serangan ulasan Google Maps masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait dan pemeriksaan fakta oleh pihak berwenang hingga kini. (waw)















