RILISINFO.COM, KOTABEKASI – Dinas Kesehatan Kota Bekasi meningkatkan langkah antisipasi dan edukasi masyarakat guna mencegah penyebaran Influenza A yang berpotensi meluas di wilayah perkotaan.
Langkah proaktif ini difokuskan pada penguatan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), edukasi pengenalan gejala dini, serta pengoptimalan layanan di seluruh puskesmas se-Kota Bekasi.
Strategi pencegahan apa yang sedang digencarkan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Strategi pencegahan yaitu Memperkuat surveilans dan deteksi dini serta pemantauan melalui fasilitas pelayanan kesehatan
Edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dan pengendalian penularan di lingkungan yang memiliki interaksi tinggi seperti sekolah dan fasilitas umum.
Bagaimana ketersediaan dan cakupan vaksin influenza bagi warga Kota Bekasi,ternyata belum masuk Program imunisasi rutin nasional.
“Vaksin influenza saat ini belum masuk ke dalam program imunisasi rutin nasional untuk seluruh penduduk seperti imunisasi dasar, sehingga cakupan dan ketersediaan vaksin influenza tidak terlaporkan ke Dinas Kesehatan”.ungkap dr. Vevie
.
Dalam cuaca yang tidak menentu ini pula imbauan utama Dinas Kesehatan bagi masyarakat Kota Bekasi di fasilitas umum dan sekolah ialah Bila sedang sakit, sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak memaksakan masuk sekolah atau bekerja.
“Gunakan masker ketika sedang mengalami gejala pernapasan dan harus berada di tempat umum.
Tutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin.
Cuci tangan dengan sabun secara rutin, Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum bersih, Pastikan ruang kelas, kantor dan tempat berkumpul memiliki ventilasi yang baik,
Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, Segera mencari pertolongan medis apabila gejala memburuk atau terdapat faktor risiko”.
Lanjut kata dr. Vevie, Tidak semua flu membutuhkan pemeriksaan ke rumah sakit. Namun, masyarakat jangan menunda mencari pertolongan apabila kondisi memburuk, terutama jika pasien merupakan anak kecil, lansia, ibu hamil, atau memiliki penyakit kronis.
Segera ke fasilitas kesehatan apabila muncul sesak atau kesulitan bernapas, penurunan kesadaran, kondisi sangat lemah, dehidrasi, demam yang menetap atau memburuk, nyeri dada, atau gejala yang semakin berat.
Untuk kelompok berisiko tinggi, pemeriksaan lebih awal penting karena obat antivirus untuk influenza paling bermanfaat bila diberikan sedini mungkin, terutama dalam sekitar 48 jam sejak gejala mulai, sesuai penilaian dokter. (GLA)
Sumber : diskominfostandi















