RILISINFO.COM, Yogyakarta – Penonaktifan Agus Suparmanto dan Taj Yasin memicu polemik internal PPP. Namun, DPW DIY justru menyatakan dukungan penuh terhadap langkah restrukturisasi kepengurusan tersebut.
Ketua DPW PPP DIY HM Yazid S.Ag menegaskan, keputusan DPP bukan tindakan sepihak Ketua Umum Muhamad Mardiono, melainkan hasil evaluasi panjang organisasi.
Menurut Yazid, restrukturisasi dilakukan melalui pertimbangan matang selama hampir satu tahun. Langkah tersebut bertujuan mempercepat konsolidasi menghadapi agenda politik mendatang.
“Ini keputusan organisasi, bukan keputusan pribadi Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono,” tegas Yazid di sela rapat pengurus harian DPW PPP DIY.
Ia menjelaskan, keputusan mengevaluasi Agus Suparmanto dan Sekretaris Jenderal Taj Yasin berangkat dari aspirasi pengurus wilayah yang berkembang secara nasional.
Aspirasi tersebut sebelumnya disampaikan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Makassar pada Februari 2026. Forum itu menjadi ruang evaluasi kepengurusan.
“Teman-teman wilayah se-Indonesia meminta agar dilakukan evaluasi terhadap kinerja mereka,” ungkap Yazid menjelaskan latar belakang munculnya keputusan restrukturisasi tersebut.
Yazid mengatakan, evaluasi terhadap kedua elite partai sudah berlangsung sejak kepengurusan PPP memperoleh surat keputusan Kementerian Hukum pada akhir 2025.
Dalam periode tersebut, Agus dan Taj Yasin dinilai tidak menunjukkan keaktifan menjalankan tanggung jawab serta tugas-tugas kepartaian sebagaimana diharapkan organisasi.
“Beliau berdua tidak pernah aktif dan tidak pernah bekerja untuk partai,” ujar Yazid secara tegas menyampaikan penilaian terhadap keduanya.
Menurutnya, DPP PPP sebenarnya telah berupaya membuka komunikasi melalui berbagai jalur, baik formal maupun informal, sebelum mengambil keputusan restrukturisasi kepengurusan.
Keduanya bahkan disebut telah diundang menghadiri agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III. Namun, undangan tersebut tidak mendapat kehadiran mereka.
Ketidakhadiran itu kemudian menjadi salah satu bahan evaluasi organisasi dalam Rakornas III yang diikuti 38 ketua dan sekretaris wilayah PPP.
Forum nasional tersebut akhirnya menyepakati restrukturisasi kepengurusan terhadap Agus Suparmanto dan Taj Yasin sebagai bagian penataan organisasi menghadapi agenda politik.
“Atas dasar pertimbangan itu, kami DPW DIY mendukung penuh keputusan restrukturisasi kepengurusan oleh DPP PPP,” tegas Yazid menyatakan sikap wilayah.
Di sisi lain, Yazid turut menyoroti munculnya isu dualisme kepengurusan setelah keputusan penonaktifan kedua elite partai tersebut menjadi perbincangan publik.
Anggota DPRD DIY itu menegaskan, persoalan internal PPP bukanlah dualisme kepemimpinan, melainkan berkaitan dengan efektivitas serta kinerja organisasi dalam menjalankan program.
Ia menyebut PPP saat ini hanya memiliki satu surat keputusan kepengurusan dari Kementerian Hukum. Karena itu, legitimasi kepemimpinan dinilainya jelas.
“PPP solid di bawah kepemimpinan Pak Mardiono sesuai SK dari Kemenkum. Konsolidasi sudah berjalan,” kata Yazid menjelaskan kondisi internal partainya.
Yazid menambahkan, seluruh Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP di Indonesia telah selesai dilaksanakan. Kini, jajaran partai fokus bekerja memperkuat organisasi.
“Semua sedang bekerja untuk kejayaan partai,” ujarnya optimistis menyampaikan perkembangan konsolidasi kepengurusan PPP di berbagai wilayah Indonesia.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Sekretaris DPW PPP DIY sekaligus Komandan GPK DIY, H. Setyaji Hermawan SH, yang menilai restrukturisasi diperlukan.
Menurut Setyaji, penataan kepengurusan menjadi bagian penting mempersiapkan PPP menghadapi tahapan verifikasi faktual 2027 serta kontestasi Pemilu 2029 mendatang.
“PPP harus siap lebih awal dengan kepengurusan yang solid, amanah dan kredibel,” tuturnya menekankan pentingnya kesiapan organisasi menghadapi tantangan politik.
Ia berharap seluruh kader mengawal keputusan organisasi dan menjadikan dinamika internal sebagai momentum memperbaiki kinerja serta memperkuat soliditas partai.
“Kita harus siap lebih awal, kawal keputusan organisasi yang berpihak kepada kemajuan partai dan jadikan ini sebagai evaluasi bersama,” harap Setyaji.
Ia optimistis, konsolidasi yang terarah dan kepengurusan yang solid dapat menjadi modal penting bagi PPP untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan lebih siap.(waw)















