RILISINFO.COM, Jogja – Delapan anggota organisasi masyarakat Gerakan Masyarakat X (GMX) bertolak dari Yogyakarta menuju Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (31/10/2026).
Keberangkatan tersebut bertujuan menghadiri kegiatan bertajuk Tabligh Akbar Tolak Konser Andrea Bocelli yang diselenggarakan di wilayah Borobudur.
Rombongan dipimpin Ketua GMX DIY-Jateng, Tomi Lavida alias Bebek, dengan menggunakan dua kendaraan roda empat tanpa pengawalan kepolisian.
Berdasarkan laporan kegiatan, rombongan mulai berkumpul pukul 08.10 WIB di depan Pendopo Kopi Walik, Jalan Alun-Alun Utara, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta.
Setelah melakukan persiapan, delapan anggota GMX meninggalkan titik kumpul sekitar pukul 09.00 WIB untuk melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Magelang.
Dua kendaraan yang digunakan yakni Daihatsu Granmax berwarna perak bernomor polisi F 1328 CS dan Suzuki Katana oranye bertuliskan Pasukan Elite.
Kedua kendaraan tersebut berangkat bersama tanpa pengawalan aparat kepolisian, dengan Tomi Lavida alias Bebek memimpin langsung perjalanan menuju Borobudur.
Rute perjalanan dimulai dari Pendopo Kopi Walik, kemudian melintasi Jalan Ahmad Dahlan menuju Simpang Tiga PKU sebelum berbelok ke kanan.
Selanjutnya, rombongan melewati Jalan Bhayangkara, Jalan Jogonegaran, kemudian berbelok ke kiri memasuki Jalan Gandekan untuk melanjutkan perjalanan.
Perjalanan berlanjut melalui Jalan Jiagran Lor, kemudian melewati Simpang Empat Jiagran sebelum berbelok ke kanan menuju Jalan Tentara Rakyat Mataram.
Rombongan selanjutnya melintasi Jalan Kiai Mojo dan Jalan Magelang sebagai jalur utama menuju wilayah perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Jawa Tengah.
Dari Jalan Magelang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Borobudur, Kabupaten Magelang, untuk menghadiri kegiatan Tabligh Akbar Tolak Konser Andrea Bocelli.
Dalam laporan tersebut disebutkan, seluruh rangkaian pemberangkatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif tanpa hambatan lalu lintas maupun tindakan anarkis.
Meski demikian, keberangkatan rombongan tanpa pengawalan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam analisis situasi keamanan perjalanan.
Pelapor menilai, potensi gesekan perlu diantisipasi apabila rombongan bertemu konsentrasi massa atau kelompok masyarakat dengan pandangan berbeda sepanjang perjalanan.
Perbedaan sikap terhadap kegiatan tersebut juga menjadi perhatian, terutama apabila terdapat kelompok lain yang menyampaikan aspirasi berlawanan di lokasi tujuan.
Karena itu, pemantauan situasi sepanjang jalur perjalanan dinilai penting untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat.
Dalam rekomendasinya, pelapor menyebut aparat intelijen dan aparat teritorial perlu bersinergi memantau pergerakan rombongan sepanjang Jalan Magelang hingga perbatasan DIY-Jawa Tengah.
Langkah pemantauan tersebut diarahkan untuk mengetahui perkembangan situasi lapangan sekaligus mengantisipasi potensi pertemuan antar kelompok masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, laporan pemberangkatan belum memuat pernyataan langsung Tomi Lavida mengenai alasan penolakan konser maupun substansi keberatan yang akan disampaikan.
Belum terdapat pula keterangan mengenai jumlah peserta Tabligh Akbar, agenda lengkap kegiatan, ataupun respons penyelenggara konser terhadap aksi penolakan tersebut.
Keberangkatan delapan anggota GMX dari Yogyakarta menuju Borobudur menjadi bagian dari dinamika penyampaian aspirasi masyarakat menjelang kegiatan yang menjadi perhatian publik.(waw)















