Universitas Widya Mataram Bahas Tantangan Etika dan Tanggung Jawab Hukum di Era Artificial Intelligence

Kamis, 9 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Sleman – Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (FH UWM) menegaskan pentingnya etika dan hukum dalam mengawal kemajuan kecerdasan buatan (AI).
‎
‎Hal itu mengemuka dalam Studium Generale bertema “Artificial Intelligence & Law: Ethical Principles, Legal Liabilities, and Governance Challenges” di Pendopo Agung Kampus Terpadu UWM, Kamis (9/10).
‎
‎“AI berkembang begitu cepat, tetapi aturan hukumnya belum jelas. Jika AI menimbulkan kerugian, siapa yang bertanggung jawab?” tegas Dekan FH UWM Dr. Hartanto, S.E., S.H., M.Hum.
‎
‎Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak membuat manusia kehilangan jati diri.
‎
‎“AI memudahkan banyak hal, mulai dari ekonomi hingga pelayanan publik. Namun sehebat-hebatnya AI, manusia tetap harus menjadi pengendali utama,” ujarnya.
‎
‎Ia menambahkan, “Kemajuan teknologi adalah keniscayaan, tetapi kebijaksanaan dalam menggunakannya adalah pilihan.”
‎
‎Sementara itu, narasumber utama Assoc. Prof. Dr. Sonny Zulhuda, MCL., menegaskan, pengembangan AI harus berpijak pada prinsip etika sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Iptek.
‎
‎“AI harus berlandaskan keimanan, kemanusiaan, keadilan, keamanan, dan penghormatan terhadap kearifan lokal,” jelasnya.
‎
‎Ia menambahkan, “AI tidak boleh menjadi instrumen ketidakadilan sosial, justru harus memperkuat kesejahteraan dan keadilan.”
‎
‎Melalui kegiatan ini, FH UWM berkomitmen memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami tantangan hukum di era digital.
‎
‎“Kami ingin lulusan hukum UWM tidak hanya cerdas digital, tetapi juga beretika dan humanis,” tutup Dr. Hartanto.(waw)

Berita Terkait

Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas
Dorong Kemandirian Manufaktur Nasional, PII DIY Desak Percepatan Langkah Reindustrialisasi
UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru
UMY Siapkan SMP MSUS, Padukan Sains dan Nilai Islam, Target Beroperasi 2027
Atasi Krisis Air di Gedangsari, Jamaah Karomah Istiqomah Guyur Padukuhan Sambeng dengan 20 Tangki Air Bersih!
Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, RAPIMDA KADIN DIY Akserelasi Digitalisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja
Tanggapi Isu Kedekatan dengan Pihak Lain, Pengamat Ingatkan Azas Praduga Tak Bersalah dan Aspek Hukum
Dorong Daya Saing Ekosistem Usaha, Kadin DIY Akselerasi Pembiayaan dan Digitalisasi UMKM

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:09 WIB

UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:02 WIB

UMY Siapkan SMP MSUS, Padukan Sains dan Nilai Islam, Target Beroperasi 2027

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Atasi Krisis Air di Gedangsari, Jamaah Karomah Istiqomah Guyur Padukuhan Sambeng dengan 20 Tangki Air Bersih!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, RAPIMDA KADIN DIY Akserelasi Digitalisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja

Berita Terbaru