Dorong Kemandirian Manufaktur Nasional, PII DIY Desak Percepatan Langkah Reindustrialisasi

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ketua PII DIY, Dr. Ir. Tri Budi Utama, M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam Sumpah Profesi Insinyur Periode I 2026/2027 yang digelar UMY

Foto ketua PII DIY, Dr. Ir. Tri Budi Utama, M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam Sumpah Profesi Insinyur Periode I 2026/2027 yang digelar UMY

RILISINFO.COM, Yogyakarta – Reindustrialisasi dinilai perlu didorong agar Indonesia tidak terus menjadi pasar bagi produk negara lain. Pendapatan per kapita Indonesia disebut masih sekitar US$5.200 per tahun, jauh dari yang dibutuhkan untuk menjadi negara maju.

Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Ir. Tri Budi Utama, M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam Sumpah Profesi Insinyur Periode I 2026/2027 yang digelar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (17/10) di Amphitheater E6 Gedung KH Ibrahim UMY.

Tri menyebut Indonesia masih berada di kelompok negara berpendapatan menengah (middle income). Menurutnya, jika tidak berhati-hati, Indonesia bisa terjebak di posisi tersebut dan sulit keluar dari middle income trap.

“Kalau kita tidak berproduksi, akan terus hanya menjadi pasar. Pengolahan barang mentah menjadi barang jadi memberi nilai tambah berlipat-lipatlah yang akan mendongkrak pendapatan nasional,” tegas Tri.

Dirinya mencontohkan nikel. Menurut Tri, nikel yang kini diekspor semestinya diolah menjadi baterai, sehingga Indonesia menjual baterai, bukan lagi nikel mentah. Ia juga menyinggung bijih besi yang dijual, sementara pembangunan di dalam negeri membutuhkan baja dalam jumlah besar dan masih bergantung pada impor.

Pesan tersebut disampaikan oleh Tri kepada 56 lulusan Program Profesi Insinyur UMY yang mengambil sumpah profesi pada hari itu. Tri menyampaikan pesan reindustrialisasi tersebut sebagai bagian dari pesan atas nama PII DIY.

Rasio Insinyur Indonesia Belum Imbang

Dalam sambutannya, Tri juga menyoroti rasio insinyur Indonesia terhadap jumlah penduduk. Ia menyebut rasio insinyur Indonesia baru sekitar 3.400-an per 1 juta penduduk. Angka tersebut masih jauh dengan negara seperti Korea Selatan yang sudah di atas 30.000. Tri sendiri mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

“Kemajuan bangsa itu akan sangat ditentukan oleh rasio insinyur terhadap masyarakat,” ujarnya.

Menurut Tri, insinyur adalah peletak dasar peradaban. Ia mencontohkan gedung, jembatan, dan bangunan tahan gempa yang digunakan masyarakat setiap hari. Warga tidak ragu melintasinya karena percaya pada kerja para insinyur.

Tri juga mengingatkan bahwa persaingan tidak lagi terbatas di dalam negeri. Siap atau tidak, pasar insinyur akan terbuka lebih luas. Ia menyebut Indonesia tidak mungkin menutup diri dari pengaruh luar. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas
UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru
UMY Siapkan SMP MSUS, Padukan Sains dan Nilai Islam, Target Beroperasi 2027
Atasi Krisis Air di Gedangsari, Jamaah Karomah Istiqomah Guyur Padukuhan Sambeng dengan 20 Tangki Air Bersih!
Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, RAPIMDA KADIN DIY Akserelasi Digitalisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja
Tanggapi Isu Kedekatan dengan Pihak Lain, Pengamat Ingatkan Azas Praduga Tak Bersalah dan Aspek Hukum
Dorong Daya Saing Ekosistem Usaha, Kadin DIY Akselerasi Pembiayaan dan Digitalisasi UMKM
Lima Laga Tanpa Kemenangan, Suporter PSIM Jogja Gema Slogan “Ojo Di Dol Yow Dab!”

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Dorong Kemandirian Manufaktur Nasional, PII DIY Desak Percepatan Langkah Reindustrialisasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:02 WIB

UMY Siapkan SMP MSUS, Padukan Sains dan Nilai Islam, Target Beroperasi 2027

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Atasi Krisis Air di Gedangsari, Jamaah Karomah Istiqomah Guyur Padukuhan Sambeng dengan 20 Tangki Air Bersih!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, RAPIMDA KADIN DIY Akserelasi Digitalisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja

Berita Terbaru