Program MBG Dinilai Perlu Refleksi Total, Hasto dan Syauqi Sampaikan Desakan

Sabtu, 18 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Jogja – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan kasus keracunan ratusan siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta harus menjadi refleksi bersama. “Ini momentum berhati-hati,” ujarnya.
‎
‎Menurut Hasto, penyediaan ribuan porsi makanan bukan pekerjaan mudah. “Menyediakan 3.444 piring steril dalam semalam itu luar biasa sulit,” tegasnya penuh penekanan.
‎
‎Ia mengungkap, tantangan terbesar ada pada penyimpanan bahan makanan. “Kalau masak ayam untuk ribuan orang, cold storage harus besar dan higienis,” jelasnya serius.
‎
‎Selain itu, proses pencucian alat makan dan distribusi wajib dikontrol ketat. “Tiga kuncinya: penyimpanan aman, alat bersih, dan distribusi tepat,” ujar Hasto menambahkan.
‎
‎Terkait keputusan SMA N 1 Yogyakarta menunda program MBG, Hasto menyebut langkah itu bijak. “Dua minggu off dulu sambil evaluasi menyeluruh,” katanya diplomatis.
‎
‎Ia meminta siswa tidak trauma dan tetap berpikir positif. “Jangan anggap semua makanan MBG berbahaya, yang penting kita perbaiki sistemnya,” ujar Hasto menenangkan.
‎
‎Menurutnya, MBG tetap program penting demi pemerataan gizi. “Sulit memilah siswa mampu atau tidak. Bahkan di SMA favorit masih ada yang butuh,” tandasnya.
‎
‎Sementara itu, Anggota DPD RI Ahmad Syauqi menilai kasus ini sangat serius. “Baru saya rapat dengan stakeholder MBG, eh muncul laporan keracunan lagi,” ujarnya kecewa.
‎
‎Syauqi menegaskan sudah meninjau dua lokasi terkait kejadian tersebut. “Temuan ini akan kami laporkan ke Komite III DPD RI untuk evaluasi besar,” tegasnya lantang.
‎
‎Ia berharap program MBG tahun depan benar-benar diperbaiki. “Fast response terhadap insiden seperti ini harus nyata, bukan sekadar janji,” tutup Syauqi menegaskan.

(waw)

Berita Terkait

Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas
Dorong Kemandirian Manufaktur Nasional, PII DIY Desak Percepatan Langkah Reindustrialisasi
UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru
UMY Siapkan SMP MSUS, Padukan Sains dan Nilai Islam, Target Beroperasi 2027
Atasi Krisis Air di Gedangsari, Jamaah Karomah Istiqomah Guyur Padukuhan Sambeng dengan 20 Tangki Air Bersih!
Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, RAPIMDA KADIN DIY Akserelasi Digitalisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja
Tanggapi Isu Kedekatan dengan Pihak Lain, Pengamat Ingatkan Azas Praduga Tak Bersalah dan Aspek Hukum
Dorong Daya Saing Ekosistem Usaha, Kadin DIY Akselerasi Pembiayaan dan Digitalisasi UMKM

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:09 WIB

UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:02 WIB

UMY Siapkan SMP MSUS, Padukan Sains dan Nilai Islam, Target Beroperasi 2027

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Atasi Krisis Air di Gedangsari, Jamaah Karomah Istiqomah Guyur Padukuhan Sambeng dengan 20 Tangki Air Bersih!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, RAPIMDA KADIN DIY Akserelasi Digitalisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja

Berita Terbaru