Naked Flying, Konsep Perjalanan Sederhana yang Sarat Makna dan Refleksi Diri

‎RILISINFO.COM, Sleman – Perjalanan modern kini tak hanya berbicara soal destinasi, tetapi juga tentang makna dan kesadaran.

‎Tren Naked Flying hadir sebagai refleksi baru, mengajak pelancong bepergian tanpa bagasi demi pengalaman yang lebih sederhana, sadar diri, dan ramah lingkungan.

‎Dr. Bhenu Artha, S.E., M.M., dosen Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram Yogyakarta, memandang tren ini sebagai proses refleksi psikologis.

‎“Kita sering membawa terlalu banyak barang karena rasa cemas. Naked Flying justru melatih keberanian melepaskan, baik secara fisik maupun mental,” ungkapnya.

‎Ia menjelaskan, keterbatasan perlengkapan mendorong wisatawan untuk lebih berinteraksi.

‎“Ketika kebutuhan memaksa kita bertanya dan berkomunikasi, di situlah koneksi sosial tumbuh secara alami,” ujarnya.

‎Interaksi tersebut dinilai memperkaya pengalaman perjalanan dan memperkuat relasi antar manusia.

‎Meski demikian, Bhenu mengingatkan bahwa Naked Flying bukanlah konsep yang harus diterapkan semua orang.

‎“Esensinya bukan nol barang, melainkan kesadaran memilih. Tren ini mengajak kita menata ulang prioritas, agar perjalanan tidak hanya ringan di badan, tetapi juga bermakna bagi diri dan lingkungan,” pungkasnya.

(waw)