Centre for Orangutan Protection Catat 100 Tersangka Kejahatan Satwa Liar Diproses Hukum

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Jogja – Centre for Orangutan Protection (COP) mencatat capaian signifikan dalam memerangi kejahatan satwa liar di Indonesia.
‎
‎Dalam rentang 14 tahun, organisasi ini membantu aparat mengungkap 73 kasus dan memproses hukum 100 tersangka kejahatan satwa liar hingga vonis pengadilan.
‎
‎“Kolaborasi penegakan hukum ini akan terus kami dorong sebagai bagian dari aksi nyata melawan kejahatan besar ini,” kata Koordinator Penegakan Hukum COP, Hery Susanto, Senin, (20/1/2026).
‎
‎Menurut dia, kejahatan satwa liar masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
‎
‎Hery menjelaskan, motif ekonomi menjadi pendorong utama.
‎
‎“Pemburu mengambil satwa dari alam karena nilai jualnya tinggi. Dalam kasus orangutan, induknya dibunuh untuk diambil anaknya,” ujarnya.
‎
‎Praktik serupa terjadi pada Harimau Sumatera yang diburu untuk diambil kulit dan bagian tubuh lainnya, serta badak yang dibunuh demi cula.
‎
‎COP juga mencatat perubahan pola kejahatan. Media sosial dan teknologi komunikasi mempermudah transaksi ilegal.
‎
‎“Kejahatan ini berkembang dengan pola yang lebih modern dan canggih,” kata Hery.
‎
‎Akibatnya, jaringan perdagangan semakin sulit dideteksi dan kerap melibatkan lintas daerah bahkan lintas negara.
‎
‎Dimensi internasional tampak dari kasus penyelundupan orangutan ke Thailand. COP tercatat membantu proses repatriasi orangutan pada 2019, 2023, dan 2025.
‎
‎“Total ada delapan individu orangutan yang berhasil dipulangkan ke Indonesia, seluruhnya hasil perdagangan ilegal,” ujar Hery.
‎
‎Ia menegaskan, tanpa pengurangan permintaan pasar, kejahatan satwa liar akan terus berulang, sekalipun penegakan hukum diperketat.

(waw)

Berita Terkait

Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas
Dorong Kemandirian Manufaktur Nasional, PII DIY Desak Percepatan Langkah Reindustrialisasi
UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru
UMY Siapkan SMP MSUS, Padukan Sains dan Nilai Islam, Target Beroperasi 2027
Atasi Krisis Air di Gedangsari, Jamaah Karomah Istiqomah Guyur Padukuhan Sambeng dengan 20 Tangki Air Bersih!
Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, RAPIMDA KADIN DIY Akserelasi Digitalisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja
Tanggapi Isu Kedekatan dengan Pihak Lain, Pengamat Ingatkan Azas Praduga Tak Bersalah dan Aspek Hukum
Dorong Daya Saing Ekosistem Usaha, Kadin DIY Akselerasi Pembiayaan dan Digitalisasi UMKM

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:09 WIB

UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:02 WIB

UMY Siapkan SMP MSUS, Padukan Sains dan Nilai Islam, Target Beroperasi 2027

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Atasi Krisis Air di Gedangsari, Jamaah Karomah Istiqomah Guyur Padukuhan Sambeng dengan 20 Tangki Air Bersih!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, RAPIMDA KADIN DIY Akserelasi Digitalisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja

Berita Terbaru