Dinas Kesehatan Yogyakarta Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Potensi Penularan Virus Nipah

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, YOGYAKARTA — Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat penyakit ini memiliki tingkat fatalitas tinggi serta berpotensi menular lintas negara.

Penyakit Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan reservoir utama berupa kelelawar buah (Pteropus sp.) atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai codot. Penularan dapat terjadi melalui air liur dan air kencing kelelawar, baik secara langsung maupun melalui hewan perantara seperti babi.

Virus Nipah pertama kali ditemukan pada 1998–1999 di Kampung Sungai Nipah, Malaysia, saat terjadi wabah di peternakan babi akibat penularan dari kelelawar buah. Sejak saat itu, beberapa negara lain seperti India, Bangladesh, dan Filipina juga melaporkan kasus serupa.

Ketua Tim Kerja Surveilans PD SIK Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Solikhin Dwi R, MPH, menyampaikan bahwa Nipah memiliki tingkat fatalitas yang tinggi, yakni sekitar 40–70 persen, dengan gejala utama berupa peradangan otak (ensefalitis), penurunan kesadaran, hingga kejang.

“Di Indonesia, belum ditemukan kasus Nipah pada manusia,” ujar Solikhin.

Namun demikian, ia menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor risiko penularan, terutama mobilitas manusia lintas negara dari wilayah yang mengalami kejadian luar biasa (KLB). Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian di Indonesia yang menunjukkan adanya bukti serologis serta deteksi virus Nipah pada reservoir alami kelelawar buah.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan dan verifikasi tren kasus penyakit yang berpotensi terkait, seperti suspek meningitis atau ensefalitis, Influenza Like Illness (ILI), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan pneumonia. Pemantauan dilakukan melalui sistem surveilans berbasis indikator (indicator based surveillance).

“Berdasarkan data pemantauan harian penyakit pernapasan, dalam periode 29 Januari hingga 5 Februari 2026 tidak terjadi lonjakan kunjungan pasien ISPA, pneumonia, maupun ILI,” jelas Solikhin.

Meski belum ditemukan kasus di Yogyakarta, masyarakat diimbau tetap waspada dan berperan aktif dalam pencegahan. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain tidak mengonsumsi air nira atau aren yang tidak dimasak, mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, membuang buah yang menunjukkan bekas gigitan kelelawar, serta memastikan daging ternak dimasak hingga matang.

Apabila terjadi infeksi virus Nipah, masyarakat diminta untuk tidak mengonsumsi hewan yang terinfeksi, menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker jika bergejala. Selain itu, diharapkan menghindari kontak dengan hewan ternak yang berpotensi terinfeksi, serta menggunakan alat pelindung diri (APD) bila kontak tidak dapat dihindari.

Bagi tenaga kesehatan, keluarga pasien, dan petugas laboratorium, penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) secara ketat menjadi langkah penting untuk mencegah penularan lebih lanjut. (Aga)

Berita Terkait

Laris Manis di Jogja, Ratusan Porsi Aldi’s Hotdog Ludes Terjual dalam Sehari di Kalcer Market
Adopsi Praktik Terbaik dari Sleman: TP PKK OKU Dorong Replikasi Kampung Ramah Anak di Daerah
Dengar Langsung Masalah Warga: Kapolda DIY Tindak Lanjuti Bahaya Petasan dan Infrastruktur Jalan Rawan
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kasih: STAK Yogyakarta Bedah Rumah Triyono dan Hidupkan Gotong Royong
Dari Sleman Menuju Pasar Global: Parmilah Dorong Pelaku UMKM Perempuan Unjuk Gigi di MOM PRENEUR EXPO 2026
Benteng Pertama Pencegahan Radikalisme: Densus 88 dan UNY Latih 250 Warga Tamanmartani Lindungi Anak
Seni Islami Bertemu Tradisi Tionghoa: Kolaborasi Hadroh dan Barongsai Semarakkan Hari Santri 2026 di Jogja
Kembali Raih Kepercayaan Warga: Deny Boy Wibisono Siap Melanjutkan Inovasi Wilayah di RW 02 Ngupasan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Laris Manis di Jogja, Ratusan Porsi Aldi’s Hotdog Ludes Terjual dalam Sehari di Kalcer Market

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Adopsi Praktik Terbaik dari Sleman: TP PKK OKU Dorong Replikasi Kampung Ramah Anak di Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Dengar Langsung Masalah Warga: Kapolda DIY Tindak Lanjuti Bahaya Petasan dan Infrastruktur Jalan Rawan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kasih: STAK Yogyakarta Bedah Rumah Triyono dan Hidupkan Gotong Royong

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Dari Sleman Menuju Pasar Global: Parmilah Dorong Pelaku UMKM Perempuan Unjuk Gigi di MOM PRENEUR EXPO 2026

Berita Terbaru