DPRD Kota Bekasi Dorong Pembangunan Universitas Negeri untuk Perluas Akses Pendidikan

RILISINFO.COM, Bekasi —Di tengah pesatnya pembangunan Kota Bekasi, harapan hadirnya perguruan tinggi terus menggantung di benak banyak warga. Bagi sebagian keluarga, mimpi itu bukan sekadar soal prestise kota, melainkan juga tentang akses pendidikan tinggi yang lebih dekat dan terjangkau bagi generasi muda.

Harapan tersebut belum sepenuhnya menemukan jalan. Selain keterbatasan anggaran, pembangunan perguruan tinggi negeri juga menghadapi persoalan klasik yang kerap menyertai pertumbuhan kota — ketersediaan lahan serta penentuan lokasi yang tepat.

Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD sebenarnya telah menetapkan arah pembangunan daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp6,7 triliun. Anggaran yang disepakati dalam rapat paripurna DPRD pada 27 November 2025 itu diarahkan pada efisiensi belanja serta penguatan sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Namun, di tengah berbagai prioritas tersebut, pembangunan universitas negeri belum sepenuhnya menemukan ruang yang konkret.

Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, menilai salah satu tantangan utama adalah ketersediaan lahan yang memadai. Kota yang terus berkembang ini menyisakan sedikit ruang kosong untuk pembangunan fasilitas skala besar seperti kampus negeri.

Meski demikian, peluang tetap terbuka. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemanfaatan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang tersedia di sejumlah kawasan.

“Fasos-fasum yang ada bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, termasuk pembangunan perguruan tinggi negeri,” ujar Sarwin.

Beberapa kawasan strategis bahkan mulai disebut dalam wacana pengembangan tersebut. Area di sekitar Gedung DPRD Kota Bekasi maupun kawasan Summarecon Bekasi dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat pendidikan tinggi.

Bagi Sarwin, kehadiran universitas negeri di Bekasi bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Kampus negeri, menurut dia, dapat menjadi penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi warga.

Ia menegaskan, DPRD Kota Bekasi akan terus mengawal pembahasan tersebut melalui forum parlemen daerah. Harapannya, suatu hari nanti anak-anak Bekasi tak lagi harus pergi jauh ke kota lain untuk menempuh pendidikan tinggi.

“Kita ingin Bekasi memiliki universitas negeri sendiri,” ujarnya, “agar generasi muda Bekasi dapat belajar dan berkembang di kotanya sendiri.” (*)