Transformasi Kawasan Kumuh, AHY Apresiasi Penataan Ketapang Urban Aquaculture di Tangerang
RILISINFO.COM, TANGERANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung kawasan Ketapang Urban Aquaculture, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (16/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY menegaskan pentingnya peningkatan pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan untuk menciptakan lingkungan yang layak huni, produktif, serta bernilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Menko AHY menjelaskan Ketapang Urban Aquaculture merupakan kawasan seluas kurang lebih 14 hektare yang dikembangkan sejak 2019 hingga 2021 melalui kolaborasi berbagai pihak. Kawasan yang sebelumnya kumuh kini telah bertransformasi menjadi lingkungan permukiman yang lebih tertata, asri, dan nyaman dihuni.
“Intinya adalah penataan kawasan yang sebelumnya kumuh menjadi lingkungan permukiman yang jauh lebih layak dan asri. Kurang lebih terdapat 127 rumah, dan tadi saya sempat menyapa keluarga-keluarga nelayan yang selama ini tinggal di sini,” ujar Menko AHY.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga harus mampu menghadirkan ekosistem ekonomi baru bagi masyarakat. Karena itu, kawasan tersebut didorong menjadi pusat aktivitas produktif yang terintegrasi dengan sektor perikanan dan usaha mikro masyarakat.
“Ketika para nelayan melaut dan melakukan budi daya ikan maupun udang, para istri dan keluarganya juga dapat produktif dengan mengolah hasil tangkapan serta hasil budi daya tersebut. Ada yang diolah menjadi bakso ikan, kerupuk udang, otak-otak, dan lain sebagainya. Jadi ada pertambahan nilai ekonomi yang bisa dihadirkan di kawasan ini,” jelasnya.
Selain penataan permukiman, Menko AHY juga menyoroti keberadaan kawasan mangrove yang tumbuh rimbun sebagai langkah perlindungan pesisir dari abrasi dan dampak perubahan iklim. Ia menilai pendekatan ekologis seperti ini sangat penting bagi wilayah kepulauan seperti Indonesia.
“Ini merupakan upaya pengamanan wilayah dari abrasi. Sangat baik karena tantangan negara kepulauan seperti Indonesia menuntut perlindungan kawasan pesisir melalui penanaman mangrove,” katanya.
Ke depan, Menko AHY mendorong kawasan mangrove di Ketapang Urban Aquaculture terus dikembangkan sebagai destinasi wisata baru berbasis lingkungan. Menurutnya, keberadaan jogging track, wisata alam, serta aktivitas olahraga dapat mendorong sport tourism dan eco tourism yang memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Sport tourism dan eco tourism ini penting untuk menambah aktivitas masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi. Mudah-mudahan kawasan ini terus berkembang dan menjadi destinasi wisata yang diminati masyarakat,” ujarnya.
Menko AHY juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kementerian PU, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui APBD, serta dukungan berbagai pihak lain yang telah menghadirkan perubahan nyata di kawasan tersebut. Menurutnya, sinergi seperti ini menjadi model pembangunan kawasan terpadu yang harus diperluas ke daerah lain.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus mendorong penyempurnaan infrastruktur kawasan, termasuk pembangunan breakwater, tanggul penahan abrasi, pengerukan dan normalisasi sungai, serta fasilitas penunjang aktivitas nelayan dan masyarakat pesisir.
“Salah satu program yang harus kita kawal adalah penataan kawasan kumuh. Transformasi wilayah harus menjadikannya lebih produktif dan memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk membuka lapangan pekerjaan,” tegas Menko AHY.
Menutup kunjungannya, Menko AHY berharap pengelolaan kawasan oleh mitra BUMD Mitra Kerta Raharja (MKR) dapat terus berjalan profesional sehingga kawasan tetap bersih, nyaman, dan berkembang menjadi pusat ekonomi serta pariwisata baru di Kabupaten Tangerang.
Kunjungan ini turut dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan; Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati; Bupati Tangerang Mohamad Maesyal Rasyid; serta jajaran Forkopimda.
Sementara itu pada kesempatan ini Menko AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Ronny Ariuly Hutahayan; Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah, Arif Rahman; Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga, Agust Jovan Latuconsina; Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi, Sigit Raditya Staf; dan Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, serta Tenaga Ahli Yudhi Prasetyo Purnomo dan Rio Neswan.(lsi)
Sumber : kemenkoinfra
@gerbangpatriot

