Pemindahan Laga PSIM Tuai Kritik, Suporter Soroti Dampak Ekonomi hingga Minimnya Komunikasi

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, YOGYAKARTA — Pemindahan lokasi pertandingan yang melibatkan PSIM Yogyakarta menuai kekecewaan dari kalangan suporter. Keputusan mendadak tersebut tidak hanya berdampak pada atmosfer pertandingan, tetapi juga memengaruhi agenda lain, termasuk event komunitas dan perputaran ekonomi lokal.

Guntur, Show Director Madness YKFest 2026 sekaligus bagian dari kolektif suporter, menyebut perubahan lokasi laga yang semula direncanakan di Stadion Mandala Krida menjadi digelar di luar kota hingga Bali membuat banyak pihak kecewa.

“Pertandingan ini sudah ditunggu lama oleh suporter. Terakhir kali ketemu Persija di Mandala Krida itu sekitar 20 tahun lalu. Jadi wajar kalau banyak yang sangat kecewa,” ujar Guntur.

Ia menjelaskan, kekecewaan tidak hanya dirasakan oleh suporter PSIM, tetapi juga pendukung tim lawan yang telah mempersiapkan perjalanan ke Yogyakarta. Banyak di antara mereka sudah membeli tiket transportasi, memesan hotel, hingga merencanakan aktivitas wisata.

“Sekarang suporter itu bukan cuma soal sepak bola. Mereka datang, nginap di hotel, makan di UMKM sekitar stadion, sewa kendaraan, itu semua menggerakkan ekonomi lokal. Ini yang sangat disayangkan,” jelasnya.

Pemindahan laga juga berdampak langsung pada event Madness YKFest 2026 yang harus menyesuaikan jadwal. Selain itu, sejumlah penonton dilaporkan mengajukan refund tiket akibat perubahan tersebut.

Lebih lanjut, Guntur menyoroti keputusan pertandingan di Bali yang digelar tanpa penonton. Menurutnya, hal itu semakin menambah kekecewaan suporter karena kehilangan kesempatan untuk hadir langsung mendukung tim.

“Dipindah sudah kecewa, ditambah tanpa penonton, itu makin berat. Teman-teman suporter juga akhirnya tidak bisa berangkat,” katanya.

Dari sisi keamanan, ia memahami adanya pertimbangan risiko, namun menilai hal tersebut seharusnya bisa diantisipasi oleh pihak terkait.

“Kalau soal risiko, itu memang ada. Tapi harusnya jadi tugas pihak keamanan untuk mengelola, bukan malah meniadakan kehadiran suporter,” tegasnya.

Selain itu, Guntur juga menyinggung minimnya komunikasi kepada suporter terkait keputusan pemindahan laga. Ia menyebut informasi baru diterima mendekati hari pelaksanaan pertandingan.

“Informasinya H-4, jadi semua kaget. Harusnya ada komunikasi yang lebih baik dengan suporter,” ungkapnya.

Kekecewaan suporter juga diarahkan pada panitia pelaksana (panpel) yang dinilai kurang memiliki daya tawar dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam distribusi tiket dan koordinasi dengan pihak keamanan.

Di sisi lain, suporter berharap ada kejelasan terkait masa depan Stadion Mandala Krida. Saat ini, stadion tersebut dinilai masih belum memenuhi sejumlah syarat untuk menggelar pertandingan Liga 1, seperti standar pencahayaan dan penggunaan kursi tunggal (single seat).

“Kalau Mandala Krida bisa segera direnovasi dan dipakai lagi, itu akan sangat membantu. Main di ‘rumah sendiri’ jelas punya nilai lebih,” kata Guntur.

Sebagai penutup, ia menyampaikan harapan agar pemerintah dan pihak terkait dapat lebih serius dalam mengelola sepak bola, termasuk memperhatikan peran suporter sebagai bagian penting dari ekosistem olahraga.

“PSIM ini bukan sekadar tim, tapi hiburan dan kebanggaan masyarakat. Harapannya ke depan bisa lebih baik, baik dari sisi fasilitas maupun pengelolaan,” pungkasnya. (Aga)

Berita Terkait

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi
Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api
Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana
1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa
Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik
UWM Yogyakarta Kembangkan SDM untuk Membangun Institusi Berkelanjutan
Haedar Nashir Dorong Pemerintah Perkuat Kolaborasi dan Komunikasi Publik
LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:09 WIB

1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik

Berita Terbaru