Pemerintah Dorong Pengembangan Desa Wisata di Kawasan Transmigrasi
RILISINFO.COM, Jakarta – Pemerintah terus mendorong pengembangan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal, termasuk di kawasan transmigrasi. Kementerian Transmigrasi menyatakan siap berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dalam mengembangkan potensi desa di kawasan transmigrasi menjadi destinasi wisata berdaya saing.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya integrasi pembangunan infrastruktur dan konektivitas dalam mendukung sektor pariwisata sesuai arahan Presiden Prabowo. Sehingga pendekatan tersebut dapat memperkuat potensi destinasi wisata di berbagai daerah.
“Kami ingin memberikan dukungan penuh, sinergi dan kolaborasi lintas kementerian/lembaga, termasuk dengan Kementerian Transmigrasi karena benar, cukup banyak kawasan transmigrasi yang memiliki potensi di bidang pariwisata termasuk pengembangan ekonomi kreatif,” kata Menko AHY saat membuka acara Pameran Overlanding Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/4).
Menko AHY menambahkan kolaborasi yang tercipta dengan pendekatan infrastruktur dan konektivitas tadi, fisik maupun digital mampu menciptakan destinasi pariwisata yang berdampak signifikan pada perekonomian masyarakat setempat.
Sejalan dengan arahan tersebut, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan komitmen Kementrans untuk mendukung pengembangan desa wisata di kawasan transmigrasi melalui kolaborasi lintas kementerian.
“Kami dari Kementerian Transmigrasi siap mendukung dan berkolaborasi secara aktif dengan Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan potensi-potensi lokal yang ada di kawasan transmigrasi, khususnya desa-desa wisata,” kata Mentrans dalam kesempatan yang sama.
Menteri Iftitah mmenambahkan, banyak desa wisata di kawasan transmigrasi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke depan. Pengembangannya akan dilakukan dengan memperhatikan arahan dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, terutama terkait aspek konektivitas dan infrastruktur.
“Desa-desa wisata yang ada di kawasan-kawasan transmigrasi yang akan kita kembangkan ke depan tentunya dibawa arahan dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Penilaian karena pastinya pariwisata itu akan teratau kaitannya dengan masalah konektivitas dan infrastruktur,” kata Mentrans.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan sektor pariwisata saat ini didukung oleh lebih dari 2.000 desa pesisir yang tengah mengembangkan potensi wisata bahari sebagai penggerak ekonomi lokal, termasuk yang ada di kawasan transmigrasi.
“Banyak desa wisata kita berada di wilayah transmigrasi. Kita perlu berkolaborasi lebih kuat untuk menggerakkan dan mengembangkan kembali wisata berbasis alam Indonesia,” ujar Wamen Ni Luh.
Kementerian Pariwisata menargetkan 17 juta kunjungan wisatawan ke Tanah Air di tahun 2026. Sehingga pengembangan desa wisata membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar dapat meningkatkan daya tarik dan aksesibilitas destinasi.
“Tahun ini target kunjungan kami adalah 16 hingga 17 juta wisatawan. Tahun lalu kami sudah achieve 15,4 juta wisatawan datang ke Indonesia,” tutur Wamen.
Kolaborasi antara Kementrans dan Kementerian Pariwisata diharapkan mampu mempercepat pengembangan desa-desa transmigrasi menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (LSI)
Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

