Menteri Ekraf: Banda Aceh Punya Modal Kuat Jadi Kota Inspirasi Ekonomi Kreatif di Usia ke-821

RILISINFO.COM, Banda Aceh, 25 April 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, berharap Banda Aceh yang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 menjadi simpul ekonomi kreatif nasional. Menteri Ekraf meyakini Banda Aceh yang terbentuk dari sejarah panjang mampu menunjukkan ketangguhan dan kebangkitan dari kota yang semakin berdaya sampai tingkat internasional.

“Pendekatan yang kami dorong adalah kolaborasi _hexahelix_ antara pemerintah, pegiat ekraf, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan untuk memperkuat dan mendorong ekosistem ekraf di Banda Aceh terus maju dari lokal go nasional, dari nasional go global. Selamat ulang tahun ke-821 Kota Banda Aceh, semangat sinergi dan kolaborasi untuk negeri yang dicintai semoga terus menjadi kota inspirasi bagi dunia,” ujar Menteri Ekraf saat menghadiri malam resepsi perayaan HUT Banda Aceh bersamaan dengan penutupan rangkaian Banda Aceh Experience City Expo 2026 di Lapangan Blang Padang pada Rabu Malam, (22/4).

Perayaan dengan semangat kolaborasi dan mendorong keterlibatan masyarakat, pegiat ekraf, hingga pemangku kepentingan lintas sektor itu sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari Aceh. Kehadiran Menteri Ekraf menegaskan komitmen pemerintah terhadap penguatan ekonomi kreatif di Banda Aceh, termasuk melalui pengembangan talenta muda dan ekosistemnya.

“Indeks Pembangunan Manusia di Banda Aceh telah mencapai 89,55 persen sebagai fondasi untuk melangkah ke depan menuju Indonesia Emas 2045. Modal sumber daya manusia yang kuat juga sejalan dengan potensi ekonomi kreatif yang terus tumbuh mulai dari subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, hingga konten digital. Tentu ini menjadikan Banda Aceh sebagai salah satu kota yang siap menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional (_the new engine of growth_),” ungkap Menteri Ekraf.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang didampingi Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menyampaikan transformasi Banda Aceh ke depan akan bertumpu pada kreativitas dan kolaborasi sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

“Perayaan ini bukan sekadar kegiatan yang sebenarnya menghadirkan dampak penguatan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan menjaga kebersamaan. Kami melihat Banda Aceh sebagai kota yang terus hidup dengan UMKM tumbuh, anak muda berkarya, serta komunitas bergerak dari masa ke masa. Dengan kolaborasi, kita bisa belajar satu hal bahwa kota yang kuat bukan hanya dibangun, tetapi dihidupi bersama-sama,” ucap Wali Kota Banda Aceh.

Rangkaian HUT ke-821 juga menjadi momentum penegasan arah pengembangan Banda Aceh sebagai kota kolaborasi yang adaptif terhadap perubahan ekonomi global melalui konsep ‘Kota Parfum’, termasuk pemanfaatan komoditas atsiri dan nilam Aceh. Bersamaan dengan rangkaian yang sama, ajang konsolidasi antar daerah melalui Rapat Koordinasi Komwil 1 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 juga berlangsung demi memperkuat pertukaran praktik manajemen dan sinergi kebijakan antar kota di Indonesia.

Dalam kegiatan malam resepsi, panggung pertunjukan pun menampilkan _special speech_ dari founder ESQ, Ary Ginanjar Agustian, hingga hiburan penyanyi religi sekaligus penulis buku, Natta Reza dan Nabila Taqiyyah (_runner up_ Indonesian Idol season 12). Aksi panggung kolaboratif juga dipertontonkan melalui tarian tradisional medley serta pemberian penghargaan bagi kolaborator-kolaborator yang pernah bersinergi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Turut mendampingi Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam acara ini yaitu Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga Rian Syaf serta Kepala Biro Umum Indra Saputra.

Perayaan HUT ke-821 Banda Aceh juga dihadiri Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haythar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, para kepala daerah dari seluruh Aceh, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh (Forkopimda), tokoh masyarakat, dan tamu undangan dari beberapa _stakeholder_ yang pernah kolaborasi bersama Pemerintah Kota Banda Aceh.(lsi)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif