Salurkan KUR 1.000 UMKM Ekraf, Pemerintah Optimalisasi HKI Jadi Agunan

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Bali – Pemerintah secara resmi melaksanakan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 1.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Ekonomi Kreatif dalam rangkaian kegiatan UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali. Program ini menjadi langkah konkret dalam optimalisasi pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai agunan, perluasan akses pembiayaan sektor ekonomi kreatif, serta percepatan peningkatan rasio kewirausahaan nasional.

“Riset sebagai salah satu pintu agar kemajuannya bisa lebih cepat dari yang kita rencanakan. Kita ingin ekosistem ekonomi yang menumbuhkembangkan UMKM dan ekonomi kreatif di Bali ini terus kita perbanyak dan menjadi contoh di seluruh provinsi-provinsi di Tanah Air kita,” Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar di Universitas Udayana, Rabu (13/5).

Kegiatan tersebut juga menghadirkan ruang temu bagi inkubator usaha berbasis teknologi dan komoditas, guna memperkuat ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan industri. Menko PM turut menekankan bahwa program ini diharapkan mendorong UMKM Ekraf Bali semakin bangkit dan naik kelas.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan ekonomi kreatif dan UMKM memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi rakyat serta menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat strategis.

“Hari ini terdapat sekitar 1.000 penerima pembayaran KUR UMKM dan EKRAF dengan subsektor terbesar dari kuliner, fashion dan kriya. Dari kreativitas budaya ada subsektor kuliner, kriya, fashion, seni rupa, seni pertunjukan atau sekitar 13 dari 21 subsektor ekonomi kreatif yang menandatangani akad surat pada hari ini,” kata Menteri Ekraf.

Akad massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif ini merupakan bentuk nyata implementasi MoU antara Kementerian Ekraf bersama Kementerian UMKM, dan percepatan peningkatan rasio kewirausahaan harapannya akan tercipta lapangan lapangan kerja berkualitas. Menteri Ekraf menjelaskan Provinsi Bali merupakan satu dari 15 wilayah prioritas ekraf berdasarkan RPJMN, untuk itu, perlu kolaborasi dengan hexahelix dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Kegiatan hari inilah bagian dari mendukung UMKM untuk Go National bahkan satu saat Go Global. Dengan harapan, bagaimana IP Bali ini go national dan akhirnya akan mendunia,” tambahnya.

Total penerima dalam acara ini, sebanyak 239 pelaku ekonomi kreatif memperoleh akses KUR yang terbagi dalam tiga kategori, yakni KUR super mikro, KUR mikro sebesar Rp 10 juta hingga Rp 100 juta, serta KUR kecil di atas Rp 100 juta total keseluruhan sebesar Rp 37,99 miliar.

Perkembangan pembiayaan KUR sejak 1 Januari sampai 11 Mei tahun 2026 telah mencapai Rp102,8 triliun dan menjangkau Rp1,6 juta debitur UMKM. Dengan pembiayaan sektor ekonomi produksi mencapai 63,2% menuju ke 65% diantaranya penyaluran tersebut sebesar 8,9 triliun atau 8,9% itu tersalur kepada sektor ekonomi kreatif.

Di Provinsi Bali penyaluran KUR tahun 2026 telah mencapai 4,1 triliun yang menjangkau 49,8 ribu debitur UMKM penyaluran pada ekonomi kreatif mencapai 597 miliar. Sementara itu, Menteri UMKM, Maman Abdurahman, dalam kesempatan tersebut meluncurkan aplikasi Sapa UMKM sebagai sistem pelayanan satu pintu terhadap usaha mikro kecil dan menengah kita di seluruh Indonesia.

“Sistem ini adalah sistem yang dilakukan diarahkan didorong oleh pemerintah daerah kepemimpinan Pak Prabowo untuk memberikan pelayanan kemudahan kepada seluruh usaha mikro kecil dan menengah di tanah air,” jelas Menteri UMKM.

Turut hadir dalam kegiatan yaitu Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Hermansyah Siregar, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana.

Menteri Ekraf didampingi oleh Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Restog Krisna Kusuma, Direktur Pengembangan dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Muhammad Fauzy serta Tenaga Ahli Menteri Hasbil M Lubis beserta dengan jajaran Kemenekraf lainnya.(lsi)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Nikmati Kuliner Autentik Bali dan Live Session Setiap Malam di Aksara Ubud Spice Grill & Bar
Bali Tourism Awards 2026, Kemenag RI Raih Special Recognition Award
Program 3 Juta Rumah Berjalan Sukses, Pemprov Banten Dapat Bantuan 250 Bedah Rumah
Wawali Bekasi Abdul Harris Bobihoe Hadiri Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026
APMF 2026 Ajak Industri Susun Blueprint Baru Consumer Engagement
Ketua SMSI Tabanan Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Manifesto Kebebasan Pers SMSI Bali
HUT ke-25 Partai Demokrat, DPD Demokrat Bali Tebar 9.000 Benih Ikan Mujair di Danau Batur
AHY Tegaskan Komitmen Pemerintah Wujudkan Bali sebagai Destinasi Pariwisata Kelas Dunia Berkelanjutan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:11 WIB

Nikmati Kuliner Autentik Bali dan Live Session Setiap Malam di Aksara Ubud Spice Grill & Bar

Rabu, 16 September 2026 - 08:03 WIB

Bali Tourism Awards 2026, Kemenag RI Raih Special Recognition Award

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:57 WIB

Program 3 Juta Rumah Berjalan Sukses, Pemprov Banten Dapat Bantuan 250 Bedah Rumah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Wawali Bekasi Abdul Harris Bobihoe Hadiri Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:01 WIB

APMF 2026 Ajak Industri Susun Blueprint Baru Consumer Engagement

Berita Terbaru