Gramm Hotel by Ambarrukmo Perkuat Dukungan bagi Seniman Muda Lewat Pameran Lukisan “Sonder”
RILISINFO.COM, Jogja – Gramm Hotel by Ambarrukmo kembali menghadirkan ruang apresiasi seni lewat pembukaan pameran lukisan bertajuk “Sonder” karya seniman muda asal Yogyakarta, Tico Tedja. Pembukaan pameran digelar pada (21/5/26), pukul 16.00 WIB berlokasi di SMARA Restaurant, G Floor, Gramm Hotel by Ambarrukmo.
Pameran “Sonder” sendiri berlangsung mulai (21/5/26 – 30/6/26). Dapat dikunjungi setiap hari pukul 10.00 WIB hingga 23.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen hotel dalam mendukung perkembangan seni rupa lokal, khususnya bagi seniman muda berbakat.
General Manager Aris Retnowati menjelaskan bahwa program pameran seni di hotel tersebut sudah berjalan sejak 2022. Awalnya, langkah itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap para seniman yang kehilangan ruang pamer saat banyak galeri dan agenda seni sempat berhenti beroperasi.
“Dulu banyak galeri tutup dan acara seni tidak ada. Akhirnya kami membuka ruang hotel ini menjadi tempat pameran,” ujar Aris.
Tak sekadar menyediakan tempat, pihak hotel bahkan membuat panel-panel khusus lengkap dengan pencahayaan layaknya galeri profesional agar karya seni dapat tampil maksimal. Sejak dimulai, puluhan pameran telah digelar di hotel tersebut.
Namun di tengah dominasi seniman senior, Aris ingin memberi ruang bagi generasi muda untuk tampil. Menurutnya, Tico Tedja dipilih karena dinilai memiliki potensi besar dan perjalanan berkesenian yang sudah menembus berbagai pameran di dalam maupun luar negeri.
“Kami ingin menyisipkan anak-anak muda yang berkarya. Tico ini masih muda, tapi potensinya luar biasa,” katanya.
Pameran “Sonder” akan berlangsung hingga 30 Juni 2026 sebelum nantinya dilanjutkan dengan pameran seniman lainnya dalam rangkaian menuju ulang tahun ke-9 Gramm Hotel by Ambarrukmo.
Dalam kesempatan yang sama, Tico Tedja mengungkapkan bahwa dirinya mengusung genre neo-expressionism, aliran seni yang memberinya kebebasan penuh dalam mengekspresikan ide dan emosi.
“Genre ini tidak memiliki banyak aturan. Saya bebas menuangkan referensi dan bentuk-bentuk yang ada di pikiran saya,” jelas Tico.
Seniman yang merupakan lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta itu mengaku mulai serius menekuni seni sejak 2023, meski kecintaannya terhadap melukis sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Inspirasi karya Tico datang dari berbagai hal sederhana di kehidupan sehari-hari, mulai dari interaksi keluarga yang ia lihat di jalan hingga lirik lagu musisi internasional seperti Kendrick Lamar.
“Kalau ide itu tidak saya keluarkan, rasanya tidak tenang. Seni jadi kebutuhan untuk menyalurkan semua referensi di kepala saya,” ujarnya.
Dalam pameran ini, karya-karya Tico dibanderol mulai dari Rp1 juta hingga Rp4 juta tergantung ukuran lukisan.
Melalui pameran ini, pihak hotel berharap semakin banyak seniman muda berani menunjukkan karya mereka tanpa merasa minder terhadap nama-nama besar yang sudah lebih dulu dikenal.
“Jangan takut karena masih muda. Kalau terus berkarya dan punya potensi, pasti bisa berkembang,” tutur Aris.
Senada dengan itu, Tico juga mengajak anak muda untuk berani melampaui rasa takut dan mental block dalam berkarya.
“Jangan cuma disimpan di kepala. Keluarkan ide itu dan terabas saja,” pungkasnya. (Aga)

