Dewa Sukma Kelana Hadir di Forum Ketenagakerjaan Internasional ILO

RILISINFO.COM, Jenewa, Swiss – Sekretaris DPD KSPSI Provinsi Banten yang juga Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Banten, H. Dewa Sukma Kelana, S.H., M.Kn., terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam ajang International Labour Conference (ILC) Session 114 yang digelar di Jenewa, Swiss, pada 1–12 Juni 2026.

Keikutsertaan Dewa bersama delegasi Indonesia lainnya merupakan bagian dari peran aktif Indonesia dalam pembahasan berbagai isu strategis ketenagakerjaan global yang saat ini menghadapi tantangan transformasi teknologi dan perubahan pola kerja yang semakin cepat.

International Labour Conference (ILC) merupakan forum tertinggi yang diselenggarakan oleh International Labour Organization (ILO). Setiap tahunnya, forum tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, pengusaha, dan pekerja dari negara-negara anggota untuk membahas standar ketenagakerjaan internasional serta arah kebijakan dunia kerja ke depan.

Pada ILC ke-114 tahun ini, tema yang diangkat adalah “A Moment of Choice: Harnessing Artificial Intelligence for Decent Work”. Tema tersebut menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam menciptakan pekerjaan yang layak, meningkatkan produktivitas, serta memastikan perlindungan dan kesejahteraan pekerja di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Dewa Sukma Kelana mengatakan, kemajuan teknologi tidak dapat dihindari, namun penerapannya harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan perlindungan tenaga kerja.

“Transformasi digital dan perkembangan artificial intelligence merupakan keniscayaan. Namun, teknologi harus tetap berpihak pada kemanusiaan, menciptakan pekerjaan yang layak, memperkuat perlindungan pekerja, dan mendorong keadilan sosial bagi seluruh masyarakat pekerja,” kata Dewa.

Selain sebagai pengurus organisasi pekerja, Dewa juga dikenal sebagai akademisi yang aktif memberikan perhatian terhadap isu hubungan industrial dan pengembangan sumber daya manusia.

Kehadiran delegasi Indonesia pada forum tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi Indonesia dalam perumusan kebijakan ketenagakerjaan global sekaligus membawa berbagai pengalaman dan praktik terbaik dari dunia internasional untuk diterapkan dalam penguatan hubungan industrial di Tanah Air.

Partisipasi unsur serikat pekerja Indonesia dalam ILC juga menjadi bukti komitmen gerakan buruh nasional untuk terus beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja, termasuk menghadapi tantangan dan peluang yang lahir dari revolusi digital serta perkembangan kecerdasan buatan.

International Labour Organization (ILO) merupakan badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak di bidang ketenagakerjaan. Organisasi ini berfokus pada perlindungan hak-hak pekerja, penciptaan kesempatan kerja yang layak, serta penguatan dialog sosial guna mewujudkan keadilan sosial di seluruh dunia.

(Yuyi Rohmatunisa)