Tanamkan Budaya Peduli Lingkungan, PEP Tarakan Edukasi Pelajar Lewat Program Goes to School

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Tarakan – PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field mengambil langkah proaktif dengan mengajak para pelajar menjadi bagian dari budaya keselamatan melalui program edukasi tanggap darurat di lingkungan sekolah. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kebutuhan akan edukasi mitigasi bencana sejak dini.

Melalui program PEP Tarakan Goes to School, perusahaan menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan untuk memberikan pelatihan dan simulasi penggunaan Fire Blanket serta Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada siswa dan tenaga pendidik SMP Negeri 2 Tarakan, Rabu (17/6/2026).

Berbeda dari kegiatan sosialisasi biasa, para peserta tidak hanya menerima materi teori mengenai bahaya kebakaran, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik langsung dalam menghadapi situasi darurat.

Para siswa diperkenalkan pada berbagai potensi risiko kebakaran yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun rumah tangga. Mereka juga mempelajari langkah-langkah penanganan awal sebelum bantuan profesional tiba di lokasi.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keselamatan di kalangan generasi muda, sekaligus membangun karakter tangguh dalam menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

Manager PEP Tarakan Field, Cahyo Tri Mulyanto, menegaskan bahwa edukasi keselamatan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki dampak besar bagi masyarakat. Menurutnya, pembentukan budaya keselamatan harus dimulai sejak usia sekolah agar tertanam menjadi kebiasaan yang terus dibawa hingga dewasa.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kesadaran bahwa tindakan cepat dan tepat saat keadaan darurat dapat meminimalkan risiko yang lebih besar. Harapannya para siswa dapat menjadi agen keselamatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujar Cahyo.

Ia menjelaskan, pemahaman mengenai penggunaan APAR maupun fire blanket menjadi keterampilan dasar yang penting dimiliki masyarakat. Dengan pengalaman praktik langsung, peserta dapat memahami cara menghadapi kebakaran kecil secara aman tanpa menimbulkan kepanikan.

Kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tarakan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Tarakan, Eko Supriyatnoko, menilai edukasi keselamatan kepada pelajar merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi risiko kebakaran. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami tindakan awal ketika terjadi kebakaran sehingga kepanikan justru sering kali memperbesar risiko kerugian maupun korban.

“Pencegahan dan kesiapsiagaan harus dimulai dari pendidikan. Ketika siswa memahami prosedur keselamatan sejak dini, mereka akan lebih siap mengambil langkah yang benar dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman,” kata Eko.

Sementara itu, Head of Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurut Elis, keselamatan bukan hanya berkaitan dengan dunia industri migas, tetapi juga menjadi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, perusahaan berupaya menghadirkan program-program yang mampu memberikan manfaat langsung sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya mitigasi risiko.

“Kami ingin menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui edukasi yang aplikatif. Keselamatan harus menjadi budaya bersama, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas,” ujarnya.

Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, PEP Tarakan Field terus memperluas peran sosial perusahaan dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Program edukasi keselamatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.(*)

Berita Terkait

Terbukti Aniaya Adik Kandung, Rohana Hanya Divonis 2 Bulan Percobaan
Slank Kembali ke Purwokerto Setelah 18 Tahun, Tour “Hey Slank” Siap Sapa Kembali Slankers
Sambut HUT ke-81 RI, Sugiat Santoso Cup Semarakkan Sepakbola di Langkat
Panglima FJI Gus Dar Soroti Dugaan Konten Hafalan Al-Qur’an Ditukar Miras, Dorong Penelusuran Hukum
Mayoritas Pemuda Bekasi Tak Merokok, Tri Adhianto Dorong Ruang Publik Bebas Asap Rokok
AMPHIBI Ajak Siswa SDN 013829 Ledong Timur Cintai Lingkungan Sejak Dini
KP MBG: Hampir Enam Bulan, Negara Belum Hadir untuk Korban Kecelakaan Kerja Di Program MBG
Wonosobo Cetak Paskibra Tangguh, 48 Pelajar Jalani Pembinaan Intensif

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:52 WIB

Terbukti Aniaya Adik Kandung, Rohana Hanya Divonis 2 Bulan Percobaan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Slank Kembali ke Purwokerto Setelah 18 Tahun, Tour “Hey Slank” Siap Sapa Kembali Slankers

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Sugiat Santoso Cup Semarakkan Sepakbola di Langkat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Panglima FJI Gus Dar Soroti Dugaan Konten Hafalan Al-Qur’an Ditukar Miras, Dorong Penelusuran Hukum

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Mayoritas Pemuda Bekasi Tak Merokok, Tri Adhianto Dorong Ruang Publik Bebas Asap Rokok

Berita Terbaru