Pekebun Sawit Rakyat Dibekali Strategi Tingkatkan Produktivitas dan Keberlanjutan
RILISINFO.COM, Medan – Semangat belajar ditunjukkan para pekebun sawit yang mengikuti Pelatihan Budi Daya Sawit yang digelar BPDP bersama Ditjen Perkebunan dan difasilitasi LPP Agro Nusantara di LePolonia Hotel & Convention.
Kegiatan ini diikuti peserta dari Kabupaten Asahan dan Batubara yang ingin meningkatkan kemampuan dalam mengelola kebun sawit secara lebih modern dan berkelanjutan.
Pelatihan tersebut resmi dibuka oleh Muhammad Yusuf Lubis, SP, SE, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara.
“Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas pekebun agar mampu menerapkan teknik budidaya sawit yang baik dan benar,” ujarnya.
Suasana pembukaan juga semakin semarak dengan penampilan Tari Penyambutan Batak Simalungun.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diterapkan di kebunnya.
“Selama ini kami tanam sawit secara turun-temurun. Lewat pelatihan ini kami jadi tahu cara pemupukan, pengendalian hama, dan perawatan yang benar. Ilmunya bisa langsung kami terapkan,” katanya.
Tak hanya menerima materi di dalam kelas, peserta juga diajak mengikuti kunjungan lapangan ke Regional II Kebun Adolina dan Balai Benih Adolina pada Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung praktik budi daya dan pembibitan sawit yang sesuai standar.
“Senang banget bisa ke lapangan. Jadi tahu bedanya teori sama praktik. Terima kasih BPDP, Ditjenbun, dan LPP Agro Nusantara,” ujar peserta lainnya.
Menurutnya, pengalaman praktik di lapangan membuat materi yang diterima selama pelatihan menjadi lebih mudah dipahami.
Pelatihan dijadwalkan berakhir pada Minggu (5/7/2026). Penyelenggara berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sehingga produktivitas kebun sawit rakyat meningkat.
“Ilmu yang didapat diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan kebun secara lebih efektif dan efisien,” demikian harapan penyelenggara.
Pada 2026, LPP Agro Nusantara menargetkan penyelenggaraan 100 kelas pelatihan yang melibatkan 3.022 peserta di tujuh provinsi.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi pekebun, meningkatkan hasil panen, serta mendorong kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan sawit rakyat.(waw)

