RILISINFO.COM, Jogja – Aksi aspirasi masyarakat yang diperkirakan melibatkan 350–500 orang berpotensi memicu kepadatan lalu lintas di Yogyakarta, Selasa (20/10/2026). KAI Daop 6 pun mengingatkan penumpang, terutama yang berangkat dari Stasiun Yogyakarta, agar datang lebih awal supaya tidak tertinggal kereta.
Aksi yang dijadwalkan mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai itu diperkirakan melibatkan 350–500 orang di sejumlah titik Kota Yogyakarta.
Lokasi aksi meliputi eks parkiran Abu Bakar Ali, kawasan Malioboro, Gedung DPRD, Kilometer 0, serta area sekitarnya yang berpotensi terdampak kepadatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian KAI Daop 6, terutama bagi penumpang yang hendak menuju Stasiun Yogyakarta untuk mengejar jadwal keberangkatan kereta.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengimbau calon penumpang mengatur waktu perjalanan dan datang lebih awal ke stasiun.
“KAI Daop 6 Yogyakarta mengimbau seluruh pelanggan KA yang akan berangkat naik KA khususnya dari Stasiun Yogyakarta untuk memperkirakan waktu perjalanan menuju stasiun,” kata Feni.
Ia menegaskan, kedatangan lebih awal diperlukan agar pelanggan memiliki waktu cukup menghadapi kemungkinan kepadatan kendaraan di sekitar stasiun.
“Datang lebih awal agar tidak tertinggal kereta dan perjalanan tetap nyaman,” ujar Feni, mengingatkan penumpang supaya tidak meremehkan waktu tempuh.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada penumpang yang mengakses Stasiun Yogyakarta melalui Pintu Selatan di Jalan Pasar Kembang.
Jalur menuju pintu masuk tersebut perlu diperhitungkan dalam perencanaan perjalanan, khususnya ketika aktivitas masyarakat berlangsung di kawasan pusat kota.
Meski demikian, KAI Daop 6 memastikan operasional perjalanan kereta api tetap berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Feni menegaskan, keberangkatan kereta tidak mengalami perubahan sehingga penumpang tetap harus menyesuaikan waktu kedatangan dengan jadwal perjalanan masing-masing.
“Kami mengimbau pelanggan untuk berangkat lebih awal atau mengatur waktu perjalanannya menuju stasiun,” kata Feni menjelaskan langkah antisipasi.
Menurutnya, perencanaan perjalanan dari rumah menuju stasiun menjadi penting agar pelanggan tidak menghadapi risiko tertinggal kereta akibat keterlambatan.
Penumpang disarankan memperhitungkan kondisi lalu lintas, memilih waktu keberangkatan yang memadai, serta memastikan perjalanan menuju stasiun tidak terlalu mepet.
KAI Daop 6 berharap imbauan ini membantu pelanggan menjaga kelancaran perjalanan sekaligus mengantisipasi dampak kegiatan masyarakat terhadap akses menuju stasiun.
Feni mengatakan, kenyamanan pelanggan tetap menjadi perhatian meskipun aktivitas masyarakat berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas di sekitar pusat Kota Yogyakarta.
“Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat dan pelanggan KA dapat berpartisipasi menjaga kelancaran mobilitas,” ujarnya.
Ia juga berharap masyarakat tetap dapat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi dengan nyaman, meski kegiatan aspirasi berlangsung di sejumlah kawasan.
KAI Daop 6 mengingatkan ketepatan waktu menjadi tanggung jawab bersama, terutama bagi pelanggan yang memiliki jadwal keberangkatan kereta pada Selasa siang.
Karena itu, calon penumpang diharapkan tidak menunggu hingga mendekati jadwal keberangkatan untuk memulai perjalanan menuju Stasiun Yogyakarta.
Langkah sederhana dengan datang lebih awal diharapkan membantu penumpang menghindari keterlambatan sekaligus menjaga perjalanan tetap aman dan nyaman.
KAI Daop 6 kembali mengimbau seluruh pelanggan memperhatikan kondisi lalu lintas, merencanakan perjalanan, serta memastikan tiba di stasiun sebelum jadwal keberangkatan.
Dengan persiapan tersebut, pelanggan diharapkan tetap dapat bepergian sesuai jadwal, sementara aktivitas masyarakat di Kota Yogyakarta berlangsung tertib dan mobilitas tetap terjaga.(waw)















