Gempa Tektonik 6,4 Guncang DIY, Picu Trauma Warga Gempa 2006

RILISINFO.COM, Jogja – Guncangan gempa tektonik bermagnitudo 6,4 yang berpusat 89 kilometer selatan Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari, mengguncang kuat wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

Lindu dangkal berkedalaman 10 kilometer yang terjadi pukul 01.06 WIB itu sontak memicu kepanikan warga, sekaligus membangkitkan trauma gempa besar 27 Mei 2006.

Di sejumlah permukiman, kepanikan menyebar dalam hitungan detik. Di kawasan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, teriakan warga memecah sunyi malam.

“Gempa, gempa!” teriak sejumlah warga yang berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri.

Meski guncangan hanya berlangsung singkat, ketakutan tak serta-merta reda.

Banyak warga memilih bertahan di luar rumah hingga dini hari. Trauma masa lalu membuat sebagian warga enggan kembali masuk bangunan.

“Begitu terasa kuat, ingatan saya langsung ke gempa 2006. Rasanya masih sama,” kata Suyanto, warga Mantrijeron, kepada awak media.

Dampak fisik gempa mulai terpetakan beberapa jam setelah kejadian.

Komandan Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, mengatakan kerusakan tersebar di empat kapanewon.

“Data sementara hingga pukul 03.45 WIB mencatat kerusakan di Imogiri, Jetis, Pundong, dan Kasihan. Rinciannya tiga rumah rusak dan satu tempat ibadah,” ujarnya.

Selain kerusakan bangunan, gempa juga menimbulkan korban luka.

“Terdapat tujuh warga yang mengalami luka dan telah mendapat penanganan medis di RS PKU Muhammadiyah Bantul, RSUD Panembahan Senopati, serta fasilitas kesehatan lain,” kata Aka.

Ia menegaskan proses pendataan masih terus berlangsung.(Waw)