Griya Persada Hadirkan “Ramadhan Tempoe Doeloe”, Bukber Bernuansa Nostalgia di Lereng Merapi

RILISINFO.COM, Sleman – Ramadhan tak lagi sekadar soal menu berbuka, tetapi tentang pengalaman yang membekas.
‎Griya Persada Convention Hotel & Resort Kaliurang mencoba membaca perubahan itu lewat program “Ramadhan Tempoe Doeloe”.

Di tengah udara sejuk lereng Merapi, hotel ini menghadirkan lebih dari 150 varian menu Nusantara yang dibalut konsep nostalgia.
‎“Kami ingin menghadirkan suasana hangat kebersamaan dengan nuansa Ramadhan tempo dulu,” ujar General Manager Griya Persada, Emy Widiyastuti.

Berbeda dari paket bukber pada umumnya, setiap tamu tak hanya menikmati hidangan sepuasnya, tetapi juga memperoleh tiket masuk Suraloka Interactive Zoo dalam satu kawasan.

Bahkan, pengunjung bisa merasakan pengalaman memberi makan satwa.
‎“Keunikan tahun ini, setiap tamu otomatis mendapatkan akses ke Suraloka Interactive Zoo. Jadi berbuka puasa bukan hanya soal makan, tetapi tentang pengalaman keluarga yang lengkap,” tegas Emy.

Dari sudut pandang keluarga urban, program ini seperti menjawab kebutuhan akan quality time yang kian langka.
‎Anak-anak bisa menikmati kebun binatang, sementara orang tua bersantai menikmati suasana Kaliurang.

Digital Marketing Manager Griya Persada, Panggah Rahmad Nugroho, menyebut konsep outdoor menjadi pembeda utama.
‎“Ngabuburit di kebun binatang dengan udara sejuk, api unggun, live music, hingga Kampoeng dolanan jadul menciptakan momen yang seru sekaligus instagramable,” jelasnya.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau untuk paket terintegrasi.
‎Early Bird dibanderol Rp99.000 nett per orang, sementara harga normal Rp119.000 nett. Ada pula promo Beli 10 Gratis 1 untuk reservasi grup. “Kami ingin Ramadhan ini bisa dinikmati semua kalangan, bukan hanya eksklusif bagi segmen tertentu,” kata Panggah. Ia menambahkan, live music harian, photobox, door prize, hingga area api unggun disiapkan untuk memperkaya suasana.

Pada akhirnya, “Ramadhan Tempoe Doeloe” bukan semata strategi pemasaran musiman. Ia seperti upaya menghadirkan kembali memori kolektif tentang kebersamaan yang hangat, di tengah gaya hidup modern yang serba cepat. “Kami berharap setiap tamu pulang membawa kenangan, bukan hanya rasa kenyang,” pungkas Emy. Di Kaliurang, Ramadhan tahun ini terasa lebih hidup—antara nostalgia, alam, dan pengalaman yang menyatu.(waw)