Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Sleman, Picu Pohon Tumbang di Sejumlah Wilayah
RILISINFO.COM, SLEMAN – Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman pada Jumat (3/4/2026) siang.
Peristiwa ini memicu rentetan kejadian pohon tumbang yang berdampak pada rumah warga, fasilitas umum, hingga kendaraan.
“Cuaca ekstrem terjadi cukup cepat dan berdampak luas,” demikian laporan dari Pusdalops BPBD Sleman.
Peringatan dini sebenarnya telah dikeluarkan pada pukul 12.25 WIB. Dalam peringatan tersebut disebutkan potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang.
“Prediksi sudah kami sampaikan, namun intensitas di lapangan memang cukup tinggi,” ungkap petugas.
Dampak kerusakan mulai terlihat signifikan sekitar pukul 14.00 WIB.
Di Kapanewon Depok, kerusakan dilaporkan cukup parah.
Di Jalan Ring Road Utara, Condongcatur, sebuah pohon besar tumbang dan menimpa mobil yang sedang melintas.
“Kendaraan mengalami kerusakan cukup berat akibat tertimpa batang pohon,” kata saksi di lokasi.
Sementara di kawasan Gejayan, pohon tumbang merusak kios rumah makan dan mengganggu jaringan listrik.
Insiden serupa juga terjadi di Jalan Affandi dan Kaliwaru, di mana pohon tumbang menimpa bangunan hotel dan area parkir.
Selain itu, angin kencang menyebabkan atap rumah warga rusak dan listrik padam di beberapa titik.
“Kami juga menangani pohon miring yang berpotensi membahayakan pengguna jalan di Soropadan,” jelas petugas BPBD.
Di Kapanewon Cangkringan, dampak tak kalah serius turut dilaporkan. Pohon kelapa di Wukirsari menimpa rumah warga, sementara di Pentingsari pohon tumbang merusak dapur rumah.
“Ada juga akses jalan yang sempat tertutup akibat pohon tumbang,” ujar warga.
Di Tegalsari, angin kencang merusak atap seng rumah dan sebuah bengkel motor.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Raden Haris Martapa, menegaskan tim telah bergerak cepat melakukan penanganan.
“Kami langsung melakukan koordinasi lintas sektor dan mengerahkan personel untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat,” tegasnya.
Hingga pukul 17.50 WIB, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.(andriyani)

