Jelang Ramadan, KRT Purbokusumo Tingkatkan Pemantauan Keamanan Yogyakarta

RILISINFO.COM, YOGYAKARTA – Menjelang Ramadan di tengah situasi ekonomi yang dinilai tidak menentu, KRT Purbokusumo atau Romo Acun Hadiwidjojo meningkatkan pemantauan keamanan Kota Yogyakarta melalui jaringan radio amatir ORARI dan media sosial. Ia menegaskan langkah yang ditempuhnya bersama laskar Obar Abir murni inisiatif pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi Kraton Yogyakarta.

“Saya hanya abdi dalem. Tugas saya melindungi kraton dan menjaga keamanan Yogyakarta. Setiap hari saya berkomunikasi dengan berbagai organisasi masyarakat,” kata Romo Acun saat ditemui di kediamannya di Ndalem Notoprajan, kawasan Kraton Yogyakarta.

Romo Acun dikenal sebagai pendiri laskar Obar Abir, komunitas ronda swadaya yang dibentuk pada 2021 untuk merespons maraknya klitih. Ia menyebut fenomena tersebut telah berkembang menjadi tindak kekerasan acak yang meresahkan warga.

“Saya dirikan Obar Abir untuk merespons klitih yang sudah membahayakan masyarakat. Tugas kami membantu aparat berwenang atau polisi untuk menjaga keamanan dan menangkap pelaku klitih,” ujarnya.

Menurutnya, Obar Abir memiliki sekitar 30 anggota aktif yang melakukan patroli bergiliran di sejumlah titik rawan pada malam hari. Sejumlah pelaku yang diamankan, kata dia, telah diserahkan kepada kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Selain isu keamanan jalanan, Romo Acun juga menyoroti gesekan yang terjadi antara pendatang, khususnya mahasiswa perantauan, dengan warga lokal. Ia menilai perdebatan di media sosial kerap memperkeruh situasi dengan narasi provokatif.

“Saya menggunakan akun Facebook untuk berkomunikasi dengan siapa pun. Namun ada beberapa akun abal-abal yang dibuat untuk provokasi dengan identitas palsu,” ujarnya.

Ia mengimbau setiap insiden kekerasan atau perkelahian dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Romo Acun menyatakan dirinya rutin berkoordinasi dengan jajaran Polda, Polres, hingga Polsek dalam menyikapi berbagai persoalan keamanan.

Terkait bentrokan yang melibatkan pendatang, ia berpendapat pemulangan pelaku ke daerah asal dapat menjadi salah satu solusi untuk meredam konflik. Namun demikian, ia menekankan pentingnya penanganan melalui jalur hukum.

Di sisi lain, Romo Acun yang juga memiliki usaha kafe dan panggung hiburan menyatakan menghentikan sementara operasional usahanya selama Ramadan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci. Ia turut mengajak pelaku usaha hiburan malam melakukan hal serupa.

“Saya sengaja meliburkan usaha saya untuk sementara demi menghormati bulan ini. Saya menghimbau kepada teman-teman pengusaha hiburan malam untuk menahan diri selama Ramadan,” katanya.

Romo Acun kembali menegaskan bahwa seluruh gerakan yang dilakukannya bersama Obar Abir tidak memiliki hubungan dalam bentuk apa pun dengan Kraton Yogyakarta. (Aga)