Kemnaker Gunakan AI untuk Verifikasi Peserta dan Mitra Magang Nasional

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi (ketiga dari kanan, kemeja putih) memberikan arahan saat melakukan peninjauan dalam kegiatan Monitoring Program Pemagangan Nasional di De Djokja Malioboro Hotel, Yogyakarta

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi (ketiga dari kanan, kemeja putih) memberikan arahan saat melakukan peninjauan dalam kegiatan Monitoring Program Pemagangan Nasional di De Djokja Malioboro Hotel, Yogyakarta

RILISINFO.COM, Yogyakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam proses verifikasi Program Magang Nasional (MagangHub). Teknologi ini membantu menelaah informasi mitra penyelenggara dan peserta, termasuk kewajaran kuota serta pola pendaftaran yang tidak lazim.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan, pada verifikasi mitra penyelenggara, AI membantu Kemnaker melihat keterkaitan antarkelompok perusahaan dan menilai kewajaran kuota yang diajukan berdasarkan kapasitas perusahaan.

“AI kita manfaatkan untuk membantu melihat apakah ada kelompok perusahaan yang berada dalam kendali satu operator, bagaimana bonafiditas perusahaan, dan apakah kuota yang diusulkan masih wajar dibandingkan dengan kapasitas perusahaan,” ujar Cris dalam kegiatan Monitoring Program Pemagangan Nasional di De Djokja Malioboro Hotel, Yogyakarta, Selasa (29/9/2026).

Pada seleksi peserta, AI turut menelaah data pendaftar dan lowongan untuk menemukan pola yang perlu diperiksa lebih lanjut. Hal tersebut antara lain mencakup sebaran peserta, asal wilayah, serta kesesuaian program studi dengan lowongan yang tersedia.

“Dalam seleksi peserta, AI juga membantu kita melihat pola-pola yang tidak lazim, misalnya peserta pada suatu perusahaan terkonsentrasi dari alumni kampus tertentu, sebagian besar berasal dari luar wilayah perusahaan, atau program studinya tidak sesuai dengan lowongan yang tersedia,” kata Cris.

Pemanfaatan teknologi ini menjadi penting karena Program Magang Nasional melibatkan mitra penyelenggara, lowongan, dan peserta dalam jumlah besar. Analisis berbasis AI membantu menemukan pola dalam kumpulan informasi tersebut yang kemudian dapat ditelaah dalam proses pemeriksaan.

Cris menegaskan, pemanfaatan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan proses verifikasi dan pemeriksaan. Hasil analisis AI menjadi salah satu bahan bagi proses pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku. (gla)

Sumber : Biro Humas Kemnaker

Berita Terkait

Kemnaker Manfaatkan AI untuk Perkuat Audit Internal dan Deteksi Risiko
FestiSale Hadir Sepanjang Oktober, Semarakkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta
Karnaval Pelajar Semarakkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta
Rendez-vous Rasa 2026 Hadirkan Cita Rasa Prancis di Berbagai Kota Indonesia
PMI Bantul Kirim Lima Personel Bantu Penanganan Gempa di NTT
Crystal Lotus Yogyakarta Hadirkan Grand Ballroom dengan Teknologi Videotron 4K
Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:04 WIB

Kemnaker Manfaatkan AI untuk Perkuat Audit Internal dan Deteksi Risiko

Rabu, 30 September 2026 - 15:40 WIB

Kemnaker Gunakan AI untuk Verifikasi Peserta dan Mitra Magang Nasional

Rabu, 30 September 2026 - 14:25 WIB

FestiSale Hadir Sepanjang Oktober, Semarakkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta

Rabu, 30 September 2026 - 13:59 WIB

Karnaval Pelajar Semarakkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta

Rabu, 30 September 2026 - 13:46 WIB

Rendez-vous Rasa 2026 Hadirkan Cita Rasa Prancis di Berbagai Kota Indonesia

Berita Terbaru