Laporan Geopix Ungkap Tekanan Serius terhadap Habitat Gajah Sumatera di Jambi

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎‎RILISINFO.COM, Jogja – Krisis koridor ekologis Gajah Sumatera di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh, Jambi, kembali mencuat. Laporan Geopix menegaskan kawasan yang menjadi kantong penting populasi Gajah Sumatera itu berada dalam tekanan serius.
‎
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi sebelumnya mencatat terdapat 96 hingga 129 ekor Gajah Sumatera yang terbagi dalam beberapa kelompok di bentang alam tersebut.
‎
Namun, pemantauan terbaru menunjukkan ancaman nyata akibat perambahan aktif, pembukaan lahan dengan pembakaran, hingga penggunaan pagar listrik di dalam Wildlife Conservation Area (WCA) yang berada di konsesi PT Lestari Asri Jaya/PT Royal Lestari Utama milik Michelin Group.
‎
‎Pemantauan lapangan Oktober 2025 hingga Januari 2026 menemukan sedikitnya 25 temuan pelanggaran berulang.
‎
“Kondisi pengelolaan WCA belum menunjukkan perbaikan perlindungan yang signifikan,” tulis Geopix dalam laporannya.
‎
Bahkan, sebagian besar lokasi yang sebelumnya dilaporkan disebut belum ditangani efektif dan justru menunjukkan indikasi perluasan aktivitas ilegal.
‎
Situasi ini dinilai mempercepat fragmentasi habitat sekaligus mempersempit ruang jelajah satwa dilindungi tersebut.
‎
Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix, mengingatkan keras agar kegagalan di kawasan lain tidak terulang.
‎
“Taman Nasional Tesso Nilo di Riau maupun Bentang Alam Seblat di Bengkulu telah menjadi pelajaran mahal. Tanpa tindakan korektif yang tegas dan terukur, koridor ekologis di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh berisiko terputus permanen,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
‎
Ia menambahkan, “Koridor ekologis Gajah Sumatera di bentang alam ini adalah infrastruktur ekologis yang tidak tergantikan.
‎
‎”Keterlambatan menghentikan perambahan dan membongkar pagar listrik akan membawa konsekuensi serius.”
‎
Di sisi lain, pihak Michelin Group dalam dialog Desember 2025 menyampaikan keterbatasan perusahaan dalam menertibkan perambahan tanpa dukungan otoritas pemerintah.
‎
Namun hingga Januari 2026, Geopix mengaku belum menemukan perubahan nyata di lapangan. “
‎
Tindakan segera dan transparan dari pemegang konsesi menjadi kebutuhan mendesak,” tegas Annisa.
‎
Tanpa intervensi cepat, Bukit Tiga Puluh berisiko mengulang kegagalan perlindungan koridor ekologis di Sumatera, dengan dampak panjang bukan hanya bagi kelangsungan Gajah Sumatera, tetapi juga stabilitas ekologis kawasan dan potensi ancaman bencana di masa depan.

(waw)

Berita Terkait

Dorong Sektor Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, InJourney Hadirkan Paket Wedding Bersejarah Berbonus Liburan
Pertunjukan Spektakuler Baru di Jogja! ‘Bay Culture Show’ Jogja Bay Padukan Seni Tradisional & Atraksi Modern
Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas
Dorong Kemandirian Manufaktur Nasional, PII DIY Desak Percepatan Langkah Reindustrialisasi
UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru
UMY Siapkan SMP MSUS, Padukan Sains dan Nilai Islam, Target Beroperasi 2027
Atasi Krisis Air di Gedangsari, Jamaah Karomah Istiqomah Guyur Padukuhan Sambeng dengan 20 Tangki Air Bersih!
Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, RAPIMDA KADIN DIY Akserelasi Digitalisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Dorong Sektor Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, InJourney Hadirkan Paket Wedding Bersejarah Berbonus Liburan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Pertunjukan Spektakuler Baru di Jogja! ‘Bay Culture Show’ Jogja Bay Padukan Seni Tradisional & Atraksi Modern

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Dorong Kemandirian Manufaktur Nasional, PII DIY Desak Percepatan Langkah Reindustrialisasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:09 WIB

UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru

Berita Terbaru